BANTENRAYA.COM – berkaca dari kasus kembar siam anak dari pasangan Ida Parwati (33) dan Epi Kunaepi (45) warga Kampung Situ Jaya, Desa Curugpanjang, Cikulur, Kabupaten Lebak, para orangtua harus tahu penyebabatau faktornya.
Dikutip dari situs ibudanbalita.com, kasus kembar siam merupakan kasus yang jarang terjadi.
Bahkan dari hasil penelitian, kelahiran bayi kembar siam hanya terjadi 1 dalam 50.000 hingga 100.000 setiap kelahiran.
Baca Juga: Link Beli Tiket Nonton Konser Suga BTS Lengkap dengan Jadwal Presale, Harga Mulai Rp1 Juta
Dalam artikel yang ditayangkan pada 26 Oktober 2022, kehamilan dengan bayi kembar siam bisa terjadi kepada siapapun.
Disebutkan, jika ada dua faktor penyebab terjadinya kelahiran bayi kembar siam.
“Ada dua teori yang dipercaya menjadi faktor terjadinya kelahiran bayi kembar siam,” dalam keterangannya.
Dijelaskan faktor pertama terjadinya kelahiran kembar siam atau dalam istilah medis dikenal sebagai kembar monozigot terjadi, ketika satu sel telur yang dibuahi membelah menjadi dua individu.
Usia 8-12 hari setelah proses pembuahan, lapisan embrio yang membentuk janin kembar identik mulai berkembang menjadi organ dan struktur tertentu.
“Ketika pembelahan embrio lebih lambat dari biasanya, pemisahan dapat berhenti sebelum prosesnya selesai,” tuturnya.
Baca Juga: 7 Tempat Makan Bakso di Serang dan Cilegon dengan Cita Rasa Maknyus yang Buat Ngidam Terus Menerus
“Alih-alih terpisah, si kembar identik justru saling menyatu dan menempel satu sama lain,” jelasnya.
Selain itu, diungkapkan terjadinya kembar siam karena dua embrio yang terpisah, dan menyatu bersama dalam perkembangan awal.
“Namun, penyebab pasti mengapa janin bisa berubah menjadi kembar siam masih belum diketahui sampai sekarang,” ungkapnya. ***


















