BANTENRAYA.COM – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang gencar memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak di Kabupaten Serang. Pasalnya, permainan tradisional bisa punah jika sudah tidak ada lagi anak-anak yang memainkannya.
Sekretaris Disporapar Kabupaten Serang Beni Kusnandar mengatakan, saat ini anak-anak mulai lupa dengan budaya dan tradisinya sendiri sehingga mereka tidak lagi bisa memainkan permainan tradisional seperti egarang, congklak, engklek, bekel, bentengan, dan gatrik.
“Tadi (kemarin-red) kita memperkenalkan permainan tradisional yang dimainkan anak-anak dari Baros dan Anyer pada acara launching pusat oleh-oleh khas Banten di Kemang, Kota Serang, kebetulan saya ketua panitianya,” ujar Beni, Rabu 15 Februari 2023.
Baca Juga: Stadion Gelora Geger Cilegon Belum Layak Gelar Pertandingan Sepakbola Resmi, Fasilitas Ini Belum Ada
Ia menjelaskan, dikenalkannya permainan tradisional tersebut karena anak-anak saat ini lebih kenal dengang main game di gadget yang di antara permainannya memberikan pengaruh negatif kepada anak-anak.
“Kalau permainan tradisional kan memiliki nilai-nilai luhur seperti semangat gotong royong, saling memahami, dan saling menghargai,” katanya.
Beni menuturkan, anak-anak perlu diperkenalkan dengan permainan tradisional agar selain bisa melestarikan, anak-anak juta tidak terlalu bergantung dengan gadet.
Baca Juga: 14 Warga Desa Cigoong Utara Didorong Pindah ke Curugpanjang Untuk Menghindari Tanah Bergerak
“Saya selalu bilang anak-anak dulu selepas shalat tarawih main petak umpat dan bentengan, anak-anak sekarang cari tempat tongkrongan terus main game sampai larut malam,” paparnya.
Ia juga mengungkapkan, jika anak-anak diperkenalkan dengan permainan tradisional mereka senang dan mau untuk memainkannya.
“Kalau permainan tradisional ini tidak diperkenalkan ke anak-anak kita bisa saja beberapa tahun ke depan punah,” katanya. (***)



















