BANTENRAYA.COM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan atau Disnaskewan Lebak menganjurkan masyarakat Lebak untuk mengonsumsi protein hewan untuk mencegah stunting.
Kepala Disnakeswan Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kurang gizi kronis.
Stunting juga disebabkan oleh infeksi berulang yang diakibatkan kurangnya makanan yang berprotein serta protein hewani alias daging-dagingan.
Baca Juga: Tega, Ibu Kandung di Pandeglang Bunuh Anaknya Sendiri yang Baru Lahir Karena Motif Ini
“Kondisi stunting biasanya ditandai dengan tinggi badan anak yang berada di bawah standar,” kepada Bantenraya.com.
“Stunting pada anak menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik,” katanya.
Ia menjelaskan, meskipun stunting bukanlah penyakit yang bisa menyebabkan kehilangan nyawa. Namun, stunting sangat berbahaya untuk pertumbuhan anak.
“Jadi dalam melawan stunting, saya menganjurkan untuk sering mengkonsumsi protein hewani,” jelasnya.
Rahmat mengungkapkan, protein hewan sangatlah penting untuk penurunan stunting. Apalagi, mengingat angka stunting di Lebak amatlah tinggi.
“Berdasarkan hasil studi menyatakan bahwa ada bukti kuat yang memperlihatkan hubungan antara stunting, dan indikator konsumsi pangan yang berasal dari hewan seperti telur, daging atau ikan, dan susu, keju, yogurt, dan lain sebagainya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, mengkonsumsi makanan yang berasal dari protein hewani lebih dari satu jenis sangat menguntungkan daripada mengkonsumsi pangan yang berasal dari satu jenis hewan saja.
“Untuk mencegah stunting di Lebak, ayo sering-sering mengkonsumsi protein hewani yang lebih dari satu jenis, bersama kita turunkan angka stunting di Lebak,” tambahnya. *** (Sahrul)



















