BANTENRAYA.COM – Spanduk berlogo ormas keagamaan yang keberadaannya sudah dilarang ada di Indonesia, memasang spanduk dukungan untuk Anies Baswedan jadi Presiden.
Spanduk ini terpasang disebuah kebun di Desa Kanekes Kecamatan Luwidamar atau tempat Anies melakukan kunjungan.
Pantauan Banten Raya, spanduk berukurang 3 x 1 meter ini terpasang diantara pepohonan pinggiran Desa Kanekes. Spanduk bertuliskan Ahlan Wasahlan Selamat Datang Bapak Khifalah Indonesia di Bumi Banten.
Di bawah logo ormas terlarang tampak foto wajah Anies Baswedang dengan mimik muka tersenyum.
Baca Juga: 11 Link Twibbon Harlah 1 Abad NU Tahun 2023, Desain Terbaru dan Terpopuler Cocok Diunggah di Medsos
Keberadaan spanduk ini medapat sorotan dari Wakil Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Ahmad Hi Ali saat menemani Anies Baswedan berkunjung ke wilayah Adat Baduy, Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Selasa 24 Januari 2023.
Ahmad Hi Ali mengatakan, pemasangan spanduk ormas terlarang merupakan salah satu upaya atau rekayasa para oknum pembenci Anies Baswedan.
“Ya namanya juga rekayasa, itu bohong Anies bukan kaum ekstrimis, tidak ada satupun relawan kami yang memasang sepanduk itu, jadi jangan mudah percaya,” katanya kepada Banten Raya.
Ia menjelaskan, di tahun politik ini banyak oknum yang berusaha membuat nama baik Anies Baswedan tercoreng. Menurutnya, Anies adalah sosok negarawan yang sangat cerdas. “Dalam kemelut perhelatan politik ini, berbagai cara dilakukan untuk menjatuhkan Anies, padahal Anies adalah seorang negarawan yang baik, saya kenal betul siapa Anies,” jelasnya.
Baca Juga: Didatangi Anies Baswedan, Petani di Lebak Langsung Curhat: Kalau Ada Calon Pasti Cuma Janji Doang
Ia membeberkan, sejumlah sepanduk yang terpasang dengan kata-kata selamat datang bapak Khilafah Indonesia bukanlah pekerjaaan yang dilakukan oleh relawan Anies. “Saya tegaskan kembali Anies adalah seorang pemimpin yang tidak suka kekerasan, mustahil Anies masuk kedalam golongan ekstrimis,” bebernya.
Ahmad menuturkan, rekam jejak Anies pada masa mudanya adalah bukti yang paling outentik bahwa Anies adalah pemimpin yang profesional. “Pas mudanya juga belum pernah tuh Anies masuk ke golongan keras, yang saya tau beliau adalah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan prinsip yang dipegang adalah Keislaman serta Keindonesiaan, saya bantah tudingan bahwa Anies adalah salah satu golongan keras,” tuturnya.
Ia menambahkan, jika memang Anies adalah bapak Khilafah mana mungkin beliau bisa sukses dalam memimpin DKI Jakarta pada periode 2017 hingga 2022. “Kalau Anies adalah golongan ektremis bagaimana beliau bisa sukses dalam memimpin Jakarta, sedangkan Jakarta adalah daerah yang berbagai macam pandangan ada, saya bisa pastikan Anies adalah negarawan yang baik,” tambahnya.
Baca Juga: Kepincut, Kota Gorontalo Adopsi Sistem Ruang Pintar Milik Pemkab Pandeglang
Ahmad berharap, agar masyarakat Indonesia terkhusus Lebak tidak mudah percaya akan isu yang beredar karena pada tahun politik ini banyak isu yang dibuat-buat bertujuan untuk menjatuhkan Anies. “Saya harap masyarakat tidak mudah percaya karena pada tahun ini banyak yang tidak suka kepada Anies,” harapnya. (sahrul)***



















