BANTENRAYA.COM – Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI buka suara terkait Deddy Corbuzier yang protes tentang Fajar Sadboy.
Pasalnya Fajar Sadboy dilarang tampil di televisi karena masih di bawah umur dan membicarakan soal percintaan.
Sebelumnya Deddy Corbuzier mengungkapkan alasannya tidak mengundang Fajar Sadboy di acara podcast YouTube-nya.
Baca Juga: Kuota Haji Indonesia Tahun 2023 Berapa? Menag Yaqut Cholil Qoumas Beri Jawaban Ini
Menurut Deddy Corbuzier menghadirkan anak-anak di bawah umur ke televisi menyalahi aturan pasal 29 tentang pedoman perilaku penyiaran.
“Permasalahannya dia pada saat ada di TV mana KPI! Mana KPI! katanya anda melindungi hak anak-anak. Pertanyaannya sekarang ketika Fajar Sadboy dan mantannya usia di bawah umur masuk ke dalam TV mana KPI nya, “ ujarnya.
“Padahal kalo kita ngerujuk ke pasal 29 peraturan KPI tentang pedoman perilaku penyiaran,” sambungnya.
“Disebutkan bahwa lembaga penyiaran tidak boleh mewawancarai anak-anak di bawah umur 18 tahun di luar kapasitas mereka serta wajib mempertimbangkan keamanan dan masa depan mereka,” lanjutnya
Dikutip Bantenraya.com dari YouTube Miftah’s TV yang mengunggah video terkait tanggapan KPI soal Deddy Corbuzier protes tentang Fajar Sadboy.
Menurut KPI Deddy Corbuzier telah salah memahami pasal 29 yang disebutkan olehnya.
Baca Juga: Sekali Dapat Korban, Calo PT Nikomas Bisa Langsung Bawa Pulang Honda Scoopy Baru dari Dealer
“Apa yang disampaikan Deddy Corbuzier itu nggak tepat, pasal 29 yang disebutkan Deddy itu nggak tepat,” ujar KPI.
Menurut KPI sah-sah saja jika Fajar Sadboy tampil di TV karena hanya membicarakan soal cinta anak muda.
“Karena Fajar nggak ada traumatik, nggak ada ngomongin perceraian, nggak ada perselingkuhan hanya percintaan anak muda cinta monyet,” katanya.
Baca Juga: Masa Jabatan Kepala Desa 9 Tahun Merusak Demokrasi, Sudah 686 Kades Jadi Tersangka Korupsi
Masalah percintaan anak muda juga tidak disebutkan dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).
“Dan secara eksplisit diprediksi P3SPS nggak disebutin pak membahas soal percintaan cinta monyet,” ucapnya.
Namun KPI tetap menghargai pendapat yang dilontarkan oleh Deddy Corbuzier.
“Jadi ini tantangan yang dihadapi oleh KPI karena kalau nggak secara eksklusif diatur. kami itu bekerja berdasarkan aturan, dan saya menghargai pak Deddy Corbuzier sebagai masyarakat yang memang perlu diliterasi,” tutupnya.***



















