BANTENRAYA.COM – Santri Kun Karima diberikan penyuluhan hukum oleh Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang, Helena Octavianne.
Kegiatan penyuluhan hukum digelar dalam rangka memberikan edukasi kepada santri mencegah penyebaran konten berbau sara dan hoax.
Selain mengenalkan hukum, program Jaksa Masuk Pesantren (JMP) dari Kejaksaan Negeri Pandeglang ini menggandeng National Geographic Indonesia untuk mengedukasi para santri tentang penulisan konten yang tidak bertentangan dengan hukum.
Baca Juga: PT Forisa Nusapersada Buka Lowongan Kerja untuk SMA atau SMK, Cek Persyaratanya di Sini
“Sesuai dengan perintah Jaksa Agung, kami hadir ditengah-tengah masyarakat untuk memberikan penyuluhan tentang hukum, yang mana kami menggandeng dari National Geographic Indonesia untuk memberikan materi tentang penulisan konten yang tidak bertentangan dengan hukum dan tidak terjadi lagi pelanggaran Undang-undang ITE dan lain sebaginya,” kata Helena.
Dikatakan Helena, kegiatan program JMP bertujuan untuk melahirkan penulis-penulis konten muda yang paham akan hukum, sehingga kedepan para santri dapat mengedukasi masyarakat luas.
Baca Juga: Serpong City Segel Tiket 8 Besar usai Bantai Astam 8-0 di Liga 3 Banten
“Membuat konten itu tidak boleh berbau sara atau hoax dan lain sebaginya. Maka dari itu, kita berharap kedepan akan muncul para penulis-penulis muda dari pesantren yang karya-karyanya bisa mendunia,” pesannya.
Pimpinan Pondok Pesantren Kun Karima Pandeglang Dr. KH. Soleh mengapresiasi program JMP dari Kejaksaan Negeri Pandeglang.
“Kami sangat mengapresiasi program penyuluhan hukum ini yang diinisiasi oleh Kejaksaan. Jadi Kejaksaan Go To Pesantren, yang mana ini merupakan momentum yang langka ada Kajari turun langsung menyampaikan penyuluhan,” kata Soleh.
Baca Juga: Sempat Tertinggal, Marcus/Kevin Singkirkan Pasangan Cina di India Open 2023
Menurut Soleh, selama mengikuti kegiatan para santri sangat berantusias untuk berdialog dengan para narasumber yang hadir dalam momentum penyuluhan tersebut.
“Saya lihat anak-anak sangat senang sekali dan terinspirasi untuk membuat karya berupa sebuah konten yang kredibel dan terarah. Mudah-mudahan setelah ini muncul konten-konten yang berbobot yang dapat mengedukasi masyarakat luas,” terangnya. ***


















