BANTENRAYA.COM – Sebanyak 3 nama kini diusulkan menjadi direksi dan komisaris baru di Bank Banten.
3 nama itu di proyeksikan mengisi kekosongan jajaran direksi dan komisaris Bank Banten yang dicopot massal.
Keputusan pemberhentian 5 direksi dan komisaris itu disepakati melalui rapat umum pemegang saham liar biasa (RUPSLB) di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Jumat 2 Desember 2022.
Baca Juga: Brazil Kehilangan Duo Pemainnya Jelang Lawan Korsel di 16 Besar Piala Dunia
Adapun 5 bos Bank Banten yang dicopot lantaran habis masa jabatan dan diberhentikan secara hormat massal itu adalah Komisaris Utama Independen Hasanuddin.
kemudian Komisaris Independen Media Warman, Direktur Utama Agus Syabaruddin, Direktur Kepatuhan Kemal Idris, dan Direktur Bisnis Tj Tasdik.
Pengumuman resmi pencopotan tersebut digelar melalui public expose tahunan Bank Banten yang digelar di tempat dan hari yang sama dengan RUPSLB.
Baca Juga: Izin Parkir Tepi Jalan Protokol Kota Cilegon Ditolak Pemerintah Pusat, Potensi PAD Rp2 Miliar Hilang
Untuk posisi jabatan tertinggi di Bank Banten kini hanya menyisakan 2 orang yakni Komisaris M Yusuf dan Direktur Operasional dan Transformasi Denny Sorimulia Karim.
Yusuf diamanahi oleh pemegang saham menjadi Plt Komisaris Utama Independen dan Denny sebagai Plt Direktur Utama Bank Banten.
Yusuf mewakili pemegang saham menyampaikan, dasar pertimbangan 5 direksi dan komisaris Bank Banten akhirnya dicopot.
Baca Juga: FULL HD! Link Streaming Prancis VS Polandia di Piala Dunia 2022, Lengkap Prediksi Susunan Pemain
“Pertimbangan mengganti susunan kepengurusan Bank Banten adalah dalam rangka penguatan dan perbaikan Bank Banten ke depan, juga sebagai upaya percepatan program-program Pemprov,” katanya.
Untuk mengisi kekosongan direksi dan komisaris, telah ada 3 nama yang diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dilakukan fit and proper test.
ketiganya adalah Komisaris Utama Independen Muhammad Busthami, Direktur Operasional Bambang Widyatmoko dan Komisaris Perwakilan Hoiruddin Hasibuan.
“(Direksi dan komisaris) yang baru berlaku (efektif atau sah mewakili) setelah fit and proper test di OJK,” tegas Yusuf.
Selain itu, Plt Direktur Utama Denny Sorimulia Karim, menyampaikan bahwa Perseroan akan terus melakukan pengembangan-pengembangan khususnya dari sisi Teknologi Informasi.
Hal itu sebagai literasi kepada masyarakat untuk mulai meningkatkan penggunaan layanan cashless dalam bertransaksi.
Bank Banten terus berupaya melakukan percepatan baik dalam pengembangan Human Capital, Refocusing Target Market.
Lalu Strengthening Capital and Liquidity maupun Information Technology Development.
“Hal tersebut merupakan empat Grand Strategy yang dicanangkan manajemen untuk dapat meningkatkan pendapatan yang berujung pada laba perseroan,” tuturnya. ***



















