BANTENRAYA.COM – Sejumlah pedagang Pasar Baros, Kabupaten Serang membentangkan spanduk penolakan terhadap pembangunan pasar sementara.
Penolakan dilakukan karena pembangunan sementara Pasar Baros hanya menggunakan material bambu dan terpal serta dibangun di lokasi rawan banjir.
Para pedagang Pasar Baros menilai pembangunan pasar sementara tidak sesuai dengan hasil sosialisasi karena tidak ada toilet dan musalah.
“Iya hari ini para pedagang menyampaikan pernyataan sikap penolakan,” ujar Iwan Setiawan, salah seorang pedagang, Selasa 15 November 2022.
Ia menjelaskan, para pedagang tidak menolak dengan relokasi ke pasar sementara selama proses pembangunan Pasar Baros namun pedagang meminta diberi tempat yang layak.
Baca Juga: Diiming-imingi Untung yang Besar, Akhirnya Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol
“Pasar sementara ini sudah tempatnya rawan banjir, material bangunannya dari bambu yang mudah rusak dan kita pedagang hanya dapat tempat 2×2,7 meter,” katanya.
Pedagang emas itu berharap, Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskoumperindag) Kabupaten Serang bisa duduk bersama kembali dengan para pedagang.
“Kita kan bakal menempati pasar sementara selama tujuh bulan dan sekarang sudah masuk musim hujan, dipastikan akan terjadi banjir,” tuturnya.***



















