BANTENRAYA.COM – Sebagian masyarakat percaya pada sejumlah mitos jika datangnya gerhana adalah sebuah pertanda.
Mereka memercayai jika terjadinya gerhana adalah sebuah pertanda baik maupun buruk yang harus disikapi.
Sejumlah mitos tersebut diyakini masih akan tetap dilakukan saat datangnya gerhana bulan total yang akan terjadi pada 8 November 2022 mendatang.
Baca Juga: Hasil MotoGP Valencia Tadi Malam! Alex Rins Jawaranya, Gelar Juara Dunia Milik Francesco Bagnaia
Dikutip Bantentaya.com dari laman BMKG, fenomena alam gerhana sebenarnya dapat diprediksi kedatangannya dan terdekat adalah gerhana bulan total pada esok hari.
Peristiwa gerhana bulan total juga dapat diamati secara langsung dari wilayah Indonesia.
Lalu mitos apa saja yang menyelimuti pada fenomena alam gerhana? Berikut Bantenraya.com sajikan yang dilansir dari berbagai sumber.
Baca Juga: 15 Link Twibbon Hari Wayang Nasional 2022, Desain Unik dan Kekinian, Cocok Dibagikan di Media Sosial
1. Gerhana Bulan Membawa Tanda Bencana
Di Negara Yunani, yakni Masyarakat Yunani Kuno percaya bahwa gerhana merupakan kemarahan dari para dewa.
Selain itu, kedatangan gerhana juga dipercaya sebagai tanda dari adanya bencana dan kerusakan.
Baca Juga: Tak Lagi Banting Raket, Kini Ginting Lempar Raket ke Atas Usai Juara Hylo Open 2022
2. Gerhana Bulan Terjadi, Karena Naga yang Sedang Haus Darah
Masyarakat Tionghoa memiliki mitos bahwa warna merah pada bulan yang hampir menyerupai darah saat gerhana disebabkan oleh naga yang haus darah.
Dengan demikian naga akan turun ke bumi untuk memangsa manusia di malam Gerhana Bulan.
Baca Juga: Punya Penampilan Sama, Tukang Bangunan Sobat Gobang Disebut Sebagai Ayah Toni di Preman Pensiun 7
3. Ibu Hamil Harus di Dalam Rumah
Masyarakat dunia seperti di Indonesia, Meksiko, dan India pernah mempercayai mitos bahwa selama terjadi gerhana bagi ibu hamil tidak boleh berada di luar rumah.
Bagi yang melanggar, akan ada bahaya yang mengancam anak yang sedang di kandungnya.
Banyak yang mempercayai bahwa anak akan terlahir cacat fisik seperti bibir sumbing.
Ibu hamil tidak boleh memegang pisau atau benda tajam karena dapat meninggalkan tanda lahir pada anak.
Takhayul seperti yang telah disebutkan di atas tidak terbukti secara ilmiah, akan tetapi seringkali diikuti dan dijalankan sesuai arahan tradisi sebelumnya.
3. Gerhana Bulan Terjadi Karena Jaguar Memakan Bulan
Lain lagi, dengan suku Inca di daratan Peru beranggapan bahwa fenomena ini terjadi karena jaguar memakan bulan, maka dari itu Gerhana Bulan total kerap berwarna merah.
4. Terjadi Pertengkaran Saat Gerhana Bulan Berlangsung di Afrika,
Suku Batam Maliba masih meyakini mitos bahwa Gerhana Bulan terjadi karena keduanya sedang berperang di langit.
Baca Juga: Link Download Minecraft 1.19.41.01 untuk Android Full Update Terbaru November 2022, Bukan APK Mod
Maka dari itu setiap gerhana cincin, anggota suku Batam Maliba melakukan ritual untuk membuat kondisi kembali seperti semula, tujuannya agar kegelapan cepat selesai atau hilang.
5. Arwah leluhur kembali ke rumah
Sebagian orang masih meyakini bahwa saat malam terjadi Gerhana Bulan, arwah para leluhur akan datang ke rumah.
Baca Juga: UPDATE Kode Redeem ML Mobile Legends 7 November 2022, Kemunculan Skin dan Rename Card
Hal ini pun berkaitan dengan dilarangnya masyarakat untuk keluar rumah malam itu, karena arena harus menyambut kedatangan arwah leluhur mereka.
6. Banyak makhluk halus bergentayangan
Mitos yang paling seram adalah banyaknya makhluk halus yang bergentayangan pada malam Gerhana Bulan berlangsung. ***

















