BANTEN RAYA – Muhamad Firgi Fahlevi (17) warga Kampung Kebon Sawo, Desa Mekarbaru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang tewas dibacok yang diduga dilakukan oleh kelompok geng motor di Pertigaan Cigodeg tepatnya di Kampung Wadas Bojong, Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, Minggu 24 Oktober 2022
Selain Firgi, kelompok geng motor yang diperkirakan berjumlah 10 orang itu juga membacok rekan korban Sehan Rivaldi (20) yang saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Banten Raya, peristiwa pembacokan itu terjadi sekitar pukul 01.45 WIB. Awalnya, korban Firgi Fahlevi bersama Sehan Rivaldi dan Dias menggunakan 2 motor berniat membeli nasi uduk.
Dalam perjalanan di sekitar pertigaan Cigodeg, korban berpapasan dengan segerombolan pemuda menunggangi sepeda motor yang diperkirakan berjumlah 10 orang.
Baca Juga: Sosok AKBP Dody Prawiranegara yang Terjerat Kasus Dugaan Narkoba, Umur Hingga Perjalanan Karier
Gerombolan pemuda tersebut mengacungkan clurit dan kemudian menghampiri korban. Tanpa diketahui alasannya, gerombolan pemuda tersebut langsung menyerang ketiganya menggunakan clurit.
Akibat dari penyerangan tersebut, Firgi mengalami luka bacok di punggung, Sehan mengalami 3 luka bacok di bagian kepala dan 3 luka bacok di bagian tangan bagian kiri. Sedangkan Dias berhasil menyelamatkan diri.
Usai mengeroyok, para pelaku langsung melarikan diri. Melihat kondisi kedua korban yang bersimbah darah, warga berusaha menyelamatkan nyawa korban dengan membawa ke rumah sakit, namun korban Firgi meninggal dunia dalam perjalanan.
Kanit Reskrim Polsek Petir Iptu Ritonga Maulana membenarkan peristiwa pengeroyokan yang mengakibatkan satu orang meninggal oleh sekelompok orang yang diduga geng motor.
Baca Juga: Bejat, Oknum Guru PNS di Kecamatan Banjarsari Berulangkali Cabuli Anaknya Sendiri
“Korban meninggal dunia dan luka-luka saat ini berada di RS dr Drajat Prawiranegara,” katanya kepada Banten Raya, Minggu (23/10)
Ritonga menjelaskan kepolisian masih melakukan penyelidikan, terhadap pelaku pembacokan, dan latar belakang dibalik aksi penganiayaan tersebut.
“Untuk pelaku maupun motif belum diketahui dan masih kita selidiki,” tandasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Serang IPTU Dedi Jumhaedi membantah jika korban tewas akibat geng motor. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan kepolisian, kasus pembacokan tersebut diduga akibat persoalan pribadi antara korban dan terduga pelaku.
“Diduga masalah pribadi antara FA (terduga pelaku dan TR (Dias-red),” katanya.
Dedi menjelaskan peristiwa tersebut terjadi berawal teman korban Dias (20) memiliki masalah dengan FA (terduga pelaku). Kemudian FA mengajak duel Dias melalui WhatsApp.
“TR kemudian mengajak temanya yaitu MF (Muhamad Firgi Fahlevi) dan SR (Sehan Rivaldi-red). Pada saat itu TR dan SR membawa senjata tajam jenis clurit. Sedangkan MF tidak membawa senjata tajam,” jelasnya.
Dedi menambahkan ketika korban Firgi Fahlevi, Sehan Rivaldi dan Dias tiba di lokasi. Terduga pelaku yaitu FA bersama gerombolannya sudah menunggu korban.
“Kemudian FA dan kawan-kawannya menyerang TR, SR dan MF (pembacokan-red),” tambahnya.
Dedi menegaskan kepolisian masih melakukan pendalaman, dan melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
“Terkait untuk pelaku masih didalami, dan dalam proses penyelidikan Unit Reskrim Polsek Petir,” tegasnya. ***



















