BANTENRAYA.COM – Indonesia muda terancam besar masuk grup neraka di Piala Asia U 20 2023,di Qatar yang akan berlangsung pada 1-18 Maret tahun depan.
Terancam masuk grup besar di Piala Asia U 20 2023, sebab Indonesia berada di pot 2 bersama Jepang, Australia, Tajikistan.
Meski terancam masuk grup neraka di Piala Asia U 20 2023, Indonesia telah siap dengan hal itu.
Baca Juga: Tanggal 24 Oktober 2022 Libur atau Tidak? Simak di Sini Banyak Peringatan Hari Besar di Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia U 20, Shin Tae Yong telah menyiapkan latihan ekstra untuk membuat anak asuhnya menjadi semangat dan percaya diri.
Sebelumnya skuad Garuda muda juga pernah mengalami kesulitan dalam pertandingan FIFA Matchday melawan Kuwait dan Yordania di grup A kualifikasi piala Asia.
Pasalnya Yordania saat ini menduduki peringkat 91 dunia FIFA, Kuwait berada di posisi lebih baik daripada Indonesia, yakni 146.
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong mengakui bahwa sulit untuk mengalahkan Kuwait dan Yordania.
Bahkan pelatih asal Korea Selatan itu mengatakan Nepal juga bisa menjadi lawan yang sulit untuk ditaklukkan.
Akan tetapi Skuad Garuda akhirnya bisa melakoni pertandingan itu cukup baik dengan hasil kemenangan bagi skuad Garuda.
Baca Juga: Link Nonton Preman Pensiun 7 Episode 7 Malam Ini: Waduh Gawat Nih, Roy Sepertinya Selingkuhi Safira
Nah dari pengalaman pertandingan yang dilakoni Indonesia itu bisa kita percaya bahwa anak asuh Shin Tae Yong siap tancap gas walaupun berada di pot terendah bola Dunia.
Seperti yang diketahui, pembagian pot tersebut sejatinya diurutkan berdasarkan peringkat tim di ranking FIFA.
Sementara ini Timnas Indonesia menjadi kontestan peringkat terbawah di Piala Asia 2023 yang duduk di urutan 155 satu peringkat dibahwa Malaysia.
Indonesia terlihat di pot 2 bersama Jepang, Tajikistan dan Australia, dari sini bisa diperkirakan jika Indonesia akan bertemu lawan-lawan kuat di Piala Asia 2023.
Artinya, apapun hasil undian nanti, Indonesia akan menghadapi lawan berat.
Misalnya, satu grup dengan Jepang, Irak, dan Bahrain. Atau tergabung dengan Australia, China, dan Palestina.
Baca Juga: Kemenkes Datangkan Lagi Obat Penawar Gangguan Ginjal Akut dari Australia
Atau mungkin saja bertemu Arab Saudi, Uzbekistan, dan Lebanon. Semuanya baru terungkap tahun depan.***



















