BANTENRAYA.COM – Kementerian Perindustrian atau Kemenperin RI mendorong sektor industri untuk menerapkan konsep circular economy.
Menerapan konsep circular economy berkaitan dengan industri hijau, untuk mengupayakan efisiensi dan efektivitas terhadap penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.
Konsep circular economy salah satunya yang sudah dilakukan PT Chandra Asri Petrochemical yang sudah berinisiatif melakukan pengelolaan sampah plastik menjadi memiliki nilai ekonomi.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Hari Sumpah Pemuda yang Belum Diketahui Banyak Orang, Nomor 3 Paling Memorable
Termasuk juga konsep kerjsama Pemkot Cilegon dengan PLN dalam membanguna bahan bakar jumutan padat dari sampah yang bisa menjadi bahan bakar pembangkit listrik.
Untuk itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada seluruh industri yang terlibat dan akan terus mendorong agar industri hijau dengan konsep circular economy terus diwujudkan semua industri di Kota Cilegon.
“Kami mengapresiasi komitmen PT Chandra Asri Petrochemical Tbk untuk berinisiatif dalam pengelolaan sampah plastik berbasis sirkulasi ekonomi,” tuturnya.
Baca Juga: Unduh Di Sini! 15 Link Twibbon Gratis Peringati Hari Santri Nasional 2022, Desain Sopan dan Alamiah
“Kami juga mengundang partisipasi aktif dari industri plastik lainnya untuk berkontribusi dalam pengurangan sampah plastik di Indonesia,” kata Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Ignatius Warsito di Cilegon, Rabu 19 Oktober 2022.
Menurutnya, sampah bekas konsumsi yang bernilai ekonomi tersebut tentu saja akan menambah daya saing dan kemandirian masyarakat, sehingga pemanfaatan akan sangat bisa dirasakan warga.
“Dengan penerapan circular economy, sumber daya yang tersedia akan terus termanfaatkan melalui penggunaan material yang terus berputar dalam suatu lingkaran ekonomi sehingga dapat digunakan secara terus-menerus,” ungkapnya.
“Apa yang dikerjasamakan PT Chandra Asri dengan warga ini bisa menambah daya saing ekonomi,” ujarnya.
Di sisi lain, pihaknya sudah melihat sendiri pabrik pengelolaan sampah Industri Pengelolaan Sampah Terpadu – Atasi Sampah, Kelola Mandiri (IPST ASARI) di Cilegon. Dimana kolaborasi masyarakat dan industri sangat berhasil.
Legal External Affairs & Circular Economy Director PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Edi Rivai menyampaikan, sebanyak 14 ribu kilogram sampah plastik berhasil diolah menjadi berbagai jenis olahan misalnya bahan bakar minyak (BBM), campuran aspal dan lainnya.
Baca Juga: Diduga Sistem Error, Pembayaran PBB di Kabupaten Serang Terhenti
Khusus, untuk BBM Plas tersebut digunakan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari, seperti memasak, pergi melaut, dan lainnya.
“Pilot Project tersebut juga kami kembangkan dengan kolaborasi bersama para nelayan dan warga pesisir yang ada di sekitar Pabrik Chandra Asri melalui program SAGARA,” ujar Edi.
Kolaborasi tersebut juga, papar Edi, bertujuan untuk mengurangi dan mencegah sampah plastik yang tersebar ke lautan karena tidak dikelola secara baik.
“Melalui kerja sama dengan Bank Sampah Digital (BSD), kami mengedukasi warga di wilayah Anyer untuk mulai memilah sampah dari rumah masing-masing dan hasil pilihan tersebut ditukarkan menjadi tabungan yang dapat digunakan untuk keperluan mereka masing-masing,” imbuhnya.
Dalam mengatasi permasalahan sampah plastik, Pemerintah juga telah berkomitmen untuk menangani sampah plastik di laut.
Itu sebagaimana diatur pada Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut yang ditargetkan dapat mengurangi sampah plastik di lautan sebesar 70% sampai dengan tahun 2025.
Pemerintah juga telah menerbitkan Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019 Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen yang mengatur tanggung jawab produsen atas produk yang dihasilkan sehingga tidak mencemari lingkungan. ***



















