BANTENRAYA.COM – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bakal diguyur anggaran senilai Rp624 miliar pada 2023 mendatang.
Kucuran data untuk BSSN tersebut diperuntukkan bagi peningkatan keamanan dan ketahanan siber di Indonesia.
BSSN diminta untik meningkatkan hal tersebut untuk menangkis seluruh ancaman di dunia siber seperti serangan Bjorka yang ramai belakangan ini.
Baca Juga: Tuai Kontroversi Pemerintah Tunda Progam Kompr listrik, Begini Alasannya…
Seorang hacker dengan user name Bjorka belakangan membuat heboh Indonesia berkat aksinya yang mengaku telah mebobol sejumlah dokumen rahasia.
Meski demikian, hal tersebut dibantah oleh BSSN dengan menyebut tak ada dokumen rahasia yang bocor namun mereka juga menyebut kekurangan dana untuk memperkuat tembok keamanan siber.
Akhirnya hal tersebut disampaikan langsung dalam rapat Kerja Komisi I DPR dengan BSSN dan Badan Keamanan Laut (Bakamla), di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Baca Juga: Asnawi Mangku Alam Diprediksi Absen Lawan Curacao, Siapa yang Cocok Isi Posisi Asnawi?
“Komisi I DPR RI menyetujui pagu alokasi anggaran atau yang biasa disebut pagu definitif RAPBN 2023 BSSN sebesar Rp 624,4 miliar,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, yang memimpin rapat dikutip Bantenraya.com dari YouTube Komisi I DPR, Sabtu 24 September 2022.
Alokasi tersebut lanjutnya, memiliki rincian untuk program dukungan manajemen BSSN Rp407.146.873.000.
Sementara untuk program keamanan dan ketahanan siber dan sandi negara senilai Rp217.224.610.000.
Anggaran tersebut naik jika dibandingkan dengan alokasi anggaran BSSN di tahun ini yang sebesar Rp 554,6 miliar.
“Untuk selanjutnya akan disampaikan ke Badan Anggaran DPR RI untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Utut.
“Ini merupakan bentuk tegas yang disampaikan Letnan Jenderal Hinsa Siburian (Kepala BSSN-red) itu kita semua paham.
“Karena Bjorka saja kemarin sempoyongan kita,” sentil Utut dalam rapat.
“Bjorka itu kan mungkin orang dari mana, nama sesungguhnya Bjork biasanya dari Skandinavia, tapi yang ketemu anak mana kemaren, Magelang? Oh, Madiun,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatawarta menegaskan mendukung penuh BSSN jika ada permohonan permintaan tambahan anggaran untuk melindungi data masyarakat dari serangan hacker.
Asalkan kata Isa, harus jelas penyampaian proposalnya dan dijelaskan peruntukannya secara terperinci.
Baca Juga: Spoiler dan Link Nonton Series Antares 2 Episode 1, 2 dan 3 Bukan di Telegram atau LK21
“Kalau ada kebutuhan anggaran, kami akan mendukung dengan kaidah yang benar,” jelas Isa dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR, Selasa 20 September 2022.
Kepala BSSN Hinsa Siburian mengaku menerima putusan pagu anggaran untuk lembaganya di tahun anggaran 2023.
“Kami terima kasih atas dukungan selama ini, kemudian hasil rapat ini, apapun ini adalah kondisi satu sisi tantangan memang untuk BSSN,” ucapnya.
Baca Juga: Ilmuwan AS Temukan Virus Khosta-2 yang Berasal dari Kelelawar Rusia yang Dapat Menginfeksi Manusia
Adapun anggaran BSSN 2022 sendiri mencapai Rp 554,6 miliar atau dipangkas 60 persen jika dibandingkan outlook 2021 yang mencapai Rp 1,39 triliun.
Rinciannya, Rp 152,8 miliar untuk anggaran program keamanan dan ketahanan siber dan sandi negara dan program dukungan manajemen Rp 401,8 miliar.
Jika angka baru ini disepakati di APBN 2023, maka BSSN mengalami kenaikan anggaran Rp69,8 miliar.*



















