BANTEN RAYA.COM – KKM kelompok 21 Universitas Bina Bangsa menggelar seminar terkait pentingnya pengelolaan keuangan di lingkungan keluarga di kantor Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, akhir pekan lalu.
Acara ini dihadiri oleh kepala Desa Kampung Baru dan jajaran sebagian ketua RT /RW dan ibu-ibu di Lingkungan Desa Kampung Baru.
Dalam seminar pengisi materi yakni Ade Samsinar dan Novi Handayani menjelaskan pentingnya pengelolaan keuangan dilingkungan keluarga. Dengan pengelolaan ini diharapkan bisa mengatur pengeluaran dan pemasukan sehingga seimbang.
“Ibu-ibu kami harap bisa mengelola keuangan untuk keluarganya. Dahulukan kepentingan utama. Jangan sampai pengeluaran lebih besar dari pemasukan karena akan minus,” kata Novi.
Baca Juga: Waspada! Pertamina Bisa Kalah Saing dari Vivo, Cek 6 Fakta SPBU Vivo yang Terkenal Murahnya
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan kelompok 21 Raden Irna Afriani menjelaskan acara ini penting di laksanakan guna mengedukasi ibu-ibu tekait pengelolaan keuangan di lingkungan keluarga.
“Harapan kami seminar ini bermanfaat bagi warga sehingga mereka tidak salah dalam mengelola keungan keluarga,” imbuh Raden Irna.
Sementara Andika Devayani, Ketua Kelompok KKM 21 pada kesempatan ini mengucapkan rasa terimakasihnya kepada seluruh jajaran dan warga Desa Kampung Baru yang telah menerima kelompok KKM 21 UNIBA 2022 untuk melakukan pengabdian selama 40 hari ini.
“Terimakasih warga menerima kami dan bekerja sama untuk mewujudkan Desa Kampung Baru yang lebih baik untuk ke depannya. Terimakasih atas dukungan kepada kami,” jelas Andika.
Baca Juga: Motif Polisi Tembak Polisi di Lampung, Diduga Menyimpan Dendam Pribadi
Sementara itu Kepala Desa Kampung Baru, Urdin, dalam sambutannya memberikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh Mahasiswa kelompok 21 atas kerja kerasnya selama 40 hari membangun wilayahnya. Hal ini pun turut diamini oleh salah satu peserta yaitu Rasti yang juga kader PKK Desa Kampung Baru.
“Kami mendapatkan banyak pengetahuan. Terimakasih atas ilmu yang diberikan. Hal yang positif akan kami gunakan untuk membangun desa kami agar lebih maju,” tutup dia. (***)



















