BANTENRAYA.COM – Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan 3 jurus atau upaya untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
Kebijakan tersebut dilakukan seiiring dengan mencuatnya rencana kenaikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar.
Upaya dalam menekan penggunaan BBM itu disampaikan Erick Thohir dalam rapat kerja Komisi VI DPR dengan Menteri BUMN dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.
Baca Juga: Kronologi Pemukulan Gadis SPBU Versi Anggota DPRD Palembang: Salah Paham, Saya Emosi dan Akhirnya……
Dikutip Bantenraya.com dari Youtube Komisi VI DPR RI, Erick Thohir mengungkapkan 3 upayanya agar dapat menekan penggunaan bahan bakar yang diunggah, Kamis 24 Agusutus 2022.
Ketiga upaya tersebut akan ditunaikan sehingga impor minyak bisa berkurang dan permasalahan naiknya harga BBM subsidi dapat diselesaikan.
Dia mengaku, masih menunggu arahan dari Presiden dan hasil rapat para menteri terkait kenaikan harga BBM bersubsidi.
Baca Juga: 8 Situs untuk Download Video Reels Instagram Tanpa Aplikasi, Mudah dan Gratis Lengkap dengan Caranya
Namun, Erick menegaskan penggunaan BBM di Indonesia terus meningkat seiring dengan mulai kebijakan impor sejak 2003.
Erick menyebut, saat ini Indonesia berhasil mengurangi penggunaan BBM untuk kendaraan melalui konsolidasi kendaraan listrik, program B40, Bio Avtur, dan sejumlah hal lain tidak akan serta merta menurunkan impor minyak Indonesia.
Alasannya, kebutuhan minyak juga berasal dari industri petrokimia yang membutuhkan bahan bakunya crude oil untuk diubah menjadi plastik, baju, dan produk petrokimia lain.
Baca Juga: Transforming Business and Elevating Value, Sebuah Tonggak Kebangkitan PT Krakatau Steel
“Kami dorong tiga hal, pertama konsolidasi subsidi tepat sasaran, melalui peduli lindungi yang diinisiasi Telkom [TLKM] dan kami konsolidasi satu data, supaya bisa menjadi aplikasi nasional, bisa saja seperti social security number kalau semua mau,” jelasnya.
Kedua, BUMN juga mendorong substitusi impor BBM, energi jenis baru program sawit B40 atau biofuel.
Kemudian, Kementerian BUMN juga mendorong PTPN sebagai produsen gula sebagian untuk konsumsi dan sebagian lain menjadi etanol.
Baca Juga: TAYANG BESOK! Ini Link Nonton Film Mencuri Raden Saleh Full HD dan Resmi
“Brazil dan India mendorong etanol substitusi BBM, dengan tingkat RON mencapai 130 ini bisa dikonsolidasikan bsaa perbaiki keuangan negara dan produksi kita.
Impor minyak dicampur etanol RON 30 bisa dipakai untuk apapun,” tambahnya.
Dia menyebut Thailand dan India sudah mencobanya selain itu, pemerintah juga tengah mendorong gasifikasi batubara sebagai pengganti LPG.
Baca Juga: 5 Game Santai Offline Android Ukuran Kecil untuk Obati Rasa Jenuh Beserta Link Download
“Pemerintah berencana bisa menekan subsidi dari Rp502 triliun ke sekitar Rp300 triliun pada 2023,” katanya.
“Kalau lihat harga BBM, kami dibandingkan Pertamax Rp12.500 per liter, di Shell RON setara Pertamax Rp17.500 per liter, artinya Pertamax juga disubsidi,” jelasnya.
Pertamax mendapatkan subsidi seperti Pertalite dan Solar. Adapun harga minyak mentah saat ini mencapai US$105 per barrel. Dalam asumsi APBN 2023 sudah dikoreksi dari US$65 per barrel menjadi US$95 per barrel.
Baca Juga: Terbelah, Langkah Kak Seto Dampngi Anak Fredy Sambo Malah Jadi Pro Kontra
Sementara itu, Anggota Komisi VI dari Fraksi PKB Nasim Khan menilai, pemerintah memang mempunyai beban yang cukup besar untuk subsidi energi senilai Rp 502 triliun dalam APBN 2022.
Dia meminta agar kebijakan terkait BBM nantinya tidak akan membenani rakyat.
“Kalau ada kebijakan menggunakan subsidi, jangan sampai membebani masyarakat,” terangnya.
Baca Juga: Sangat Berguna! Berikut 6 Aplikasi Keren Android untuk Bantu Mudahkan Hidupmu, Lengkap Link Download
Merespons hal tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu penugasan yang diberikan pemerintah mengenai kebijakan kenaikan harga BBM.
“Saya belum ada rapat kelanjutan, kalau sudah menjadi kebijakan pemerintah, saya bisa sampaikan,” katanya.
Menurut Erick, memang tidak ada cara lain untuk menekan subsidi energi dari Rp 502 triliun ke level Rp 300 triliun kecuali dengan menaikkan harga BBM.
Ia juga mencontohkan, harga Pertamax yang saat ini dijual Rp 12.500 per liternya, masih lebih murah dibandingkan Shell yang dijual Rp 17.000 per liternya. ***


















