Transforming Business and Elevating Value, Sebuah Tonggak Kebangkitan PT Krakatau Steel

- Rabu, 24 Agustus 2022 | 18:00 WIB
M Satibi, Redaktur Banten Raya
M Satibi, Redaktur Banten Raya

Oleh M Satibi - Redaktur Banten Raya

BANTENRAYA.COM - PT Krakatau secara resmi berdiri sebagai BUMN milik pemerintah berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 tanggal 31 Agustus 1970 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk pendirian Perusahaan Perseroan (PT).

Pendirian PT Krakatau Steel disahkan dengan Akte Notaris Tan Thong Kie nomor 34 tanggal 23 Oktober 1071 di Jakarta. 

Sejak saat itu PT Krakatau Steel menjadi pilar pemenuhan kebutuhan baja nasional.

Baca Juga: Tersangka KM Sempat Berupaya Kabur dan Berhasil Ditangkap

Seiring perkembangan industri baja dan terbukanya pasar baja nasiolal untuk perusahan asing, maka PT Krakatau Steel memasuki pasar bursa efek di Indonesia dengan melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun 10 November 2010 dan mendapatkan kode KRAS. 

Sejak go publik, PT Krakatau Steel mengalami fluktuasi kinerja keuangan. Pada tahun 2010 dan 2011 mendapatkan laba, tahun 2012-2014 mengalami kerugian, tahun 2015 memperoleh laba dan tahun 2016-2019 mengalami kerugian. 

Berpijak pada keterpurukan kinerja keuangan yang dialami oleh PT Krakatau Steel tersebut, maka PT Krakatau Steel meluncurkan program transformasi 'Krakatau Steel Bangkit' yang diinisasi pada tahun 2019.

Baca Juga: Sangat Berguna! Berikut 6 Aplikasi Keren Android untuk Bantu Mudahkan Hidupmu, Lengkap Link Download

Program transformasi bisnis tersebut memaksa PT Krakatau Steel melakukan pembenahan secara total dalam manajemen, dan operasionalnya serta budaya perusahaan dengan berbasis pada tiga pilar utama.

Ketiganya yaitu restrukturisasi perusahaan sendiri, turnaround bisnis (efisiensi biaya) dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), dimana strategi utama yang ditetarapkan adalah strategi efisensi biaya. 

PT Krakatau Steel pada tahun 2021 mengimplementasikan program transformasi tersebut dengan melakukan restrukturisasi hutang perusahaan sebesar 2.300.000.000 USD, meningkatkan management services dan efisiensi biaya serta meluncurkan digitalisasi untuk transparansi berupa Digital Control Tower.

Baca Juga: V BTS dan Jennie BLACKPINK Dikabarkan Tengah Berkencan, Kini Keduanya Akan Pergi Ke Amerika, Bareng?

Transparansi itu menyediakan kebutuhan Informasi real-time operasional, keuangan, komersial dan penjualan untuk pengambilan keputusan secara tepat oleh manajemen dan KRASmart Connect yang menyediakan system order yang transparan melalui fitur Order Management System dan Estimated Time of Arrival (ETA) yang memudahkan perencanaan produksi bagi konsumen. 

Selain itu Krakatau Steel juga telah mengembangkan aplikasi Digitalisasi Pemasaran berbasis mobile dan web yang memudahkan perusahaan memantau aktivitas penjualan kapanpun dan dimanapun. 

Halaman:

Editor: Jermainne Tirta Dewa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banten dan Refleksi Akhir Tahun 2022

Sabtu, 31 Desember 2022 | 17:44 WIB

Prediksi Kemenangan Brasil dan Filosofi Jogo Bonito

Jumat, 9 Desember 2022 | 16:14 WIB

Guru ‘Berjoget’ dan Rasa Malu?

Rabu, 30 November 2022 | 14:49 WIB

Desa Penyangga Ketahanan Pangan Nasional

Rabu, 23 November 2022 | 17:39 WIB

Menyulut Politik Cinta, Memadamkan Politik Identitas

Minggu, 13 November 2022 | 08:43 WIB

Tantangan Globalisasi dan Transformasi Teknologi

Selasa, 26 Juli 2022 | 18:58 WIB

Demokrasi Pancasila

Rabu, 1 Juni 2022 | 12:01 WIB

Demokrasi dan Populisme

Jumat, 20 Mei 2022 | 19:34 WIB

Opini WTP versus Korupsi Banten

Jumat, 15 April 2022 | 19:03 WIB

Catatan Untuk Umrah Jamaah Indonesia Kini

Senin, 28 Februari 2022 | 13:20 WIB
X