BANTENRAYA.COM – Artikel ini memuat alasan kenapa Tunas Kelapa menjadi lambang Pramuka lengkap dengan maknanya.
Selain itu akan membahas siapa pencipta lambang Pramuka berupa Tunas Kelapa?
Simak informasi terkait kenapa Pramuka dilambangkan dengan Tunas Kelapa beserta artinya berikut ini.
Baca Juga: Kehilangan Pelanggan, Persatuan Dukun Indonesia Laporkan Pesulap Merah ke Polisi
Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang mengajarkan tentang pendidikan kepanduan di Indonesia.
Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang mengandung arti jiwa muda yang suka berkarya.
Di dalam Pramuka terdapat empat jenjang yang berbeda yaitu Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
Baca Juga: Daftar Pesepakbola Nominasi Peraih Ballon d’Or: Messi Tak Masuk, Pemain Real Madrid Mendominasi
Seperti yang kita tahu lambang gerakan Pramuka digambarkan dengan siluet Tunas Kelapa.
Lambang Tunas Kelapa ini diciptakan oleh Soenardjo Atmodipoerwo, seorang pegawai tinggi Departemen Pertanian yang juga tokoh pramuka.
Lambang Tunas Kelapa sebagai identitas gerakan Pramuka sudah dipakai sejak 14 Agustus 1961.
Saat itu Ir. Soekarno menganugerahkan Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia kepada organisasi Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 tahun 1961.
Lambang Tunas Kelapa di dalam Pramuka biasanya digunakan pada panji, bendera, papan nama kwartir dan satuan, serta tanda pengenal administrasi gerakan Pramuka.
Penggunaan tersebut dimaksudkan sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan kegiatan gerakan Pramuka sesuai dengan kiasan yang ada pada lambang gerakan Pramuka tersebut.
Baca Juga: Meriahkan Milad ke-22 Yayasan Bina Insan Kragilan, Opick Hibur Ribuan Warga Kabupaten Serang
Lalu apa arti Tunas Kelapa pada gerakan Pramuka?
Makna tentang Lambang Tunas Kelapa ditetapkan dalam Keputusan Kwarnas No. 06/KN/72 tentang Lambang Gerakan Pramuka.
Dikutip Bantenraya.com dari situs Kemenpora, berikut makna kiasan Tunas Kelapa sebagai lambang gerakan Pramuka.
1. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal, dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru.
Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap anggota Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
2. Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga.
Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap anggota Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet.
Selain itu besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian, serta kesukaran untuk mengabdi pada Tanah Air dan bangsa Indonesia.
3. Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga.
4. Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia.
Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.
5. Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah.
Jadi lambang itu mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
Baca Juga: Ada Gol Bunuh Diri, Arema Jungkalkan Bali United dengan Skor Tipis
6. Tunas kelapa adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya.
Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan Tanah Air, bangsa, dan negara Republik Indonesia serta kepada umat manusia.
Itulah informasi terkait alasan kenapa Tunas Kelapa menjadi lambang Pramuka lengkap dengan maknanya.***

















