BANTENRAYA.COM – Masyarakat Indonesia patut berbangga hati karena organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama atau NU diusulkan agar dapat menerima Nobel Perdamaian.
NU dinilai selama ini berperan besar pada upaya perdamaian tidak hanya di Indonesia melainkan juga perdamaian di dunia.
Adalah Jose Ramos-Horta, penerima Nobel Perdamaian tahun 1996, yang menyatakan bahwa NU layak menerima Nobel Perdamaian.
Baca Juga: Bukan Berangkat Haji Berkali kali, Ternyata Ini 3 Ciri Seseorang Menjadi Haji Mabrur
Jose Ramos-Horta juga yang mengatakan, akan mengusulkan agar NU dapat menerima Nobel Perdamaian karena kiprah organisasi yang lahir di Surabaya ini.
Hal itu disampaikan Jose Ramos-Horta ketika mengunjungi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu, 20 Juli 2022 lalu.
Jose Ramos-Horta yang saat ini menjabat sebagai Presiden Timor Leste itu menyatakan, akan mengusulkan NU agar menerima Nobel Perdamaian.
Baca Juga: PALING BARU! 10 Link Twibbon Hari Bhakti Adhyaksa 2022, Desain Patuh dan Taat Hukum, Unduh Gratis
“Secara khusus beliau mencalonkan NU bersama dengan Muhammadiyah untuk mendapatkankan nobel perdamaian dunia,” kata Gus Yahya saat konferensi pers di gedung PBNU sebagaimana dikutip Bantenraya.com dari situs nu.or.id, Jumat, 22 Juli 2022.
Lalu apa itu Nobel Perdamaian?
Dilansir dari laman resmi Nobel Prize, Peace Nobel atau Nobel Perdamaian adalah salah satu kategori hadiah Nobel untuk mereka yang berkontribusi besar terhadap perdamaian dunia.
Baca Juga: CEK NAMAMU HARI INI! Ini Link Final Calon Pegawai BUMN 2022, Simak Selengkapnya di Sini
Penghargaan prestisius dunia ini diberikan secara tahunan kepada individu, baik laki-laki maupun perempuan, atau organisasi atas kiprah yang telah membawa kemajuan besar bagi umat manusia di seluruh dunia.
Penghargaan ini resmi digelar dan diberikan pertama kali pada 10 Desember 1901, bertepatan dengan 5 tahun meninggalnya Alfred Nobel, Ilmuwan asal Swedia sekaligus pencetus penghargaan ini.
Sejak saat itu, penghargaan hadiah nobel hampir rutin digelar setiap tahun pada tanggal 10 Desember.
Baca Juga: Ditahan Polisi, Akun IG Nikita Mirzani Lenyap
Usulan agar NU mendapatkan Nobel Perdamaian sebenarnya bukan yang pertama kali.
Ramos-Horta pernah mengajukan NU dan Muhammadiyah sebagai kandidat peraih nobel perdamaian pada tahun 2019, namun gagal.
Mengapa Ramos-Horta mengusulkan agar NU menerima Nobel Perdamaian?
Baca Juga: Rp 38 Miliar Untuk Percepatan Penurunan Stunting di Kota Serang
“Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia, tetapi sekaligus negara moderat. Itulah kenapa saya merekomendasikan NU untuk mendapat Nobel Perdamaian Dunia,” kata Horta.
NU sendiri sejak kelahirannya berperan pada upaya perdamaian dunia hingga kini.
Tokoh NU, salah satunya Gus Dur, sering mengkampanyekan Islam yang damai dan penuh kasih sayang bahkan ke seluruh dunia. ***
Sumber: NU.or.id



















