BANTENRAYA.COM – Sebagai negara dengan kultur budaya beragam, bebagai ritual dan tradisi mengakar di masyarakat Indonesia.
Termasuk juga tradisi dan ritual yang ada saat umat muslim di Indonesia merayakan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 Hijriyah nanti.
Di bawah ini ada sedikitnya 5 tradisi unik dari berbagai daerah, hingga dari nenek moyang sampai pada zaman kesultanan di Goa Sulawesi Selatan.
Tentu saja secara esensi maksud tradisi dan ritual tersebut bertujuan sebagai bentuk rasa syukur, bersedekah hingga semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Baca Juga: Inkai Banten Usulkan 4 Tokoh Dianugerahi Majelis Sabuk Hitam, Berikut Nama-Nama dan Alasannya
Tradisi dilakukan bukan untuk tujuan yang dilarang agama secara syariat.
Dikutip BantenRaya.Com dari portal mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com pada Selasa 28 Juni 2022, tradisi tentu saja tidak lepas dari akar budaya nenek moyang yang sudah ada.
Namun, semuanya diubah secara esensi demi tidak merusak akidah dan budaya itu sendiri.
Bahkan, Rasulullah sendiri tidak mengubah tradisi pesta makan-makan usai berkurban di Arab saudi.
Baca Juga: Kenalan di Facebook, Pria Beristri Cabuli Gadis di Bawah Umur di Merak Kota Cilegon
Dimana dulunya, saat kaum Qurais memiliki tradisi berkurban untuk berhala dan dagingnya untuk pesta makan.
Saat Rasulullah hadir, secara esensi kurban untuk berhala menjadi ibadah kurban sunah dan berharap pahala dari Allah. Namun, tradisi pesta dan makan daging kurban tetap dilakukan dengan niat bersedekah dan sebagai rasa syukur.
Berikut tradisi di Indonesia saat idul Adha:
Baca Juga: Unsera Kembali Gelar Wisuda Offline, Sang Rektor Wanti-wanti Beri Pesan Soal Ini
1.Apitan
Tradisi apitan dilakukan masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti Grobogan, Semarang, sebagai wujud rasa syukur atas rezeki yang dikaruniakan oleh Allah. Rezeki tersebut berupa hasil bumi.
Tradisi ini dipercaya kebiasaan para Wali Songo sebagai ungkapan rasa syukur pada Iduladha.
Tradisi ini juga diisi dengan pembacaan doa oleh tokoh agama setempat dan hasil pertanian serta ternak diarak berkeliling oleh masyarakat.
2.Meugang
Sejarah Meugang berawal pada masa kerajaan Aceh sebagai ungkapan rasa syukur.
Warga memotong hewan kurban yang kemudian dibagikan kepada masyarakat secara gratis.
Hewan kurban tersebut kemudian diolah menjadi berbabagai ragam masakan.
Meugang sendiri berawal dari kata Makmeugang yang bermanka makan daging hewan kurban, baik sapi maupun kerbau ataupun kambing.
3.Mepe kasur
Lain Pasuruan, lain pula dengan Banyuwangi, Jawa Timur. Tradisi jemur kasur ini dinamakan dengan mepe kasur.
Warga setempat mengeluarkan kasur-kasurnya dan kemudian memukul-mukulnya. Cara itu sebagai bentuk menjaga kebersihan.
4.Manten Sapi
Masyarakat Pasuruan, Jawa Timur, juga mempunyai tradisi Iduladha dengan nama manten sapi.
Mereka mendadani hewan kurban itu agar tampak menarik sebelum disembelih.
Tradisi manten sapi itu sebagai wujud menghormati hewan kurban.
Hewan kurban itu dihiasi berbagai berbagai pernak-pernik warna dan juga bunga-bunga sebelum hewan kurban tersebut diarak keliling oleh warga.
5.Accera Kalompoang
Di Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan punya tradisi Iduladha yang diberi nama Accera Kalompoang. Biasanya, acara itu diselenggarakan selama dua hari.
Accera Kalompoang adalah ritual pencucian benda-benda peninggalan Kerajaan Gowa yang tersimpan dengan rapi di Istana Balla Lompoa.
Tradisi ini disebut-sebut sudah ada sejak pemerintahan Raja Gowa, Sultan Alauddin yang merupakan sultan pertama sekitar pada tahun 1.300 Masehi. *
Muhammad Fauzan/mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com
Artikel ini sebelumnya telah tayang di mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com dengan judul Deretan Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia, Ada Manten Sapi hingga Mepe Kasur


















