BANTENRAYA.COM – Aktivitas industri bukan saja menghasilkan limbah atau sampah bahan beracun berbahaya yakni B3.
Namun, aktifitas industri juga menghasilkan cukup banyak sampah atau limbah organik dari akrifitas orang yang jumlahnya ribuan.
Jumlahnya cukup besar tersebut secara tidak langsung membuat semakin menumpuknya sampah organik di TPSA Bagendung, Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon.
Baca Juga: Kode Penukaran Higgs Domino Island 3 Juni 2022 Terbaru, Dapatkan Chip Gratis hingga 85B
Untuk itu, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) memberikan fasilitas mesin cacah organik kapasitas 100kg/jam kepada PT Putri Banten Progresif.
Penerima fasilitas merupakan mitra vendor kantin di PT Chandra Asri untuk mengelola sisa makanan memiliki nilai manfaat.
Government Relations & Circular Economy Manager PT Chandra Asri Donny Adolf mengungkapkan, khusus untuk Kantin Ciwandan Site atau yang ada di PT Chandra Asri sudah dibuat melalui proses metode Black Soldier Fly (BSF) menjadi maggot.
Baca Juga: Sinopsis dan Link Nonton Why Her? Sub Indo, Drama Romansa Misteri Hwang In Yeop
Dengan metode tersebut sehingga itu bisa bernilai ekonomis untuk dijadikan pakan ternak.
“Tujuan utamanya adalah membangun sirkular ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, kebetulan Putri Banten Progresif selaku mitra Chandra Asri untuk beberapa kegiatan operasional di kantor.
“Salah satunya terkait manajemen sampah non B3 di plant kami, salah satu sampah yang dihasilkan adalah sampah organik dari dapur termasuk dari pabrik kami yang sudah dipilah. Dimana kantor kami sudah memberlakukan zero waste office,” katanya, Kamis 2 Mei 2022.
Baca Juga: 17.000 Honorer Pemprov Banten Was-was Bakal Dihapuskan, Siap Turun ke Jalan Jika Tak Ada Solusi
Donny menyatakan, kedepannya hal tersebut diharapkan bisa diterapkan dalam skala besar.
Dimana bukan saja di kantin industri namun juga semua sampah organik rumah makan dan rumah tangga, sehingga sampah organik yang dibuang ke TPSA Bagendung bisa semakin sedikit volumenya.
“Untuk menghindari pembuangan sampah ke Bagendung agar bisa dicacah dijadikan produk yang lebih bermanfaat, macam-macam seperti pupuk dan maggot black soldier fly (BSF),” katanya.
Baca Juga: Dokter Tirta Buka Suara Soal Mahasiswi Unisa Yogyakarta: Pemasangan Kateter itu Privat
“Sampah organik yang bisa dibuang bisa dimanfaatkan untuk maggot agar bisa dimanfaatkan ulang. Begitu juga untuk rumput yang bisa dikelola untuk makanan ternak,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur PT Putri Banten Progresif Hendro Wisma Wilantoro menjelaskan, pihaknya berharap konsep ekonomi sirkular bisa diwujudkan dengan pengelolaan sampah organik.
Jika menjadi pupuk itu tentu akan menambah pendapatan dan penghasilan karyawan.
“Nanti akan berputar, jika jadi pupuk maka bisa dijual, jika jadi pakan ternak juga tentu akan bisa memasok peternakan di Kota Cilegon yang membutuhkan. Ini dari satu pabrik saja sampah organik akan sangat besar kapasitasnya,” pungkasnya. ***



















