BANTENRAYA.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan verifikasi terhadap 4 temuan kasus dugaan hepatitis akut misterius.
Seperti diketahui, saat ini hepatitis akut misterius tengah menjadi perhatian publik.
Pasalnya, hingga saat ini masih belum dapat dipastikan dengan jelas penyebab dari Hepatitis misterius tersebut.
Baca Juga: 250.970 Pemudik dari Sumatera Telah Kembali ke Jawa
Terdapat 4 kasus hepatitis akut misterius yang terjadi di indonesia, sampai saat ini Kemenkes masih melakukan verifikasi atas temuan kasus tersebut.
Dilansir Bantenraya.com dari berbagai sumber, disebutkan bahwa penyakit hepatitis ini menyerang anak usia 8 tahun hingga balita.
Pasien diduga mengidap hepatitis akut misterius ini sedang dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta.
Baca Juga: Viral Tas Berbentuk Kucing Menggemaskan, Nampak Sangat Nyata dan Harganya…..
Spesimen pasien juga telah dikirim ke Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) untuk keperluan penelitian.
Pada kasus ini anak berusia 2 tahun belum memperoleh vaksinasi Covid-19, usia 8 tahun mendapatkan vaksinasi Covid-19 satu kali dan vaksin hepatitis lengkap.
Kemudiam usia 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dan hepatitis lengkap.
Baca Juga: Maaf! Tiket Kereta Api Arus Balik Tujuan Jakarta Full Booked Sampai 8 Mei 2022
Gejala yang dialami pasien seperti warna kuning pada kulit badan dan area mata, sakit perut akut, diare akut, mual atau muntah, penurunan kesadaran atau kejang, lesu.
Pihak kemenkes kini telah angkat bicara sedang berusaha memverifikasi temuan empat kasus terbaru pasien probable hepatitis akut misterius bergejala berat pada anak yang belum diketahui, Jumat 6 Mei 2022.
“Ada beberapa temuan kasus sekitar tiga hingga empat kasus, tapi masih diverifikasi,” kata Juru Bicara Kemenkes RI Siti Nadia.
Baca Juga: Link Nonton Anime Spy x Family Episode 5 Sub Indo, Lengkap dengan Spoiler dan Jadwal Tayang
“Sampai saat ini ketiga kasus ini belum bisa kita golongkan sebagai penyakit hepatitis akut dengan gejala berat tadi,” paparnya.
“Tetapi masuk pada kriteria pending klasifikasi, karena masih ada pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan terutama pemeriksaan adenovirus dan pemeriksaan Hepatitis E yang membutuhkan waktu antara 10 sampai 14 hari ke depan,” katanya.
Terkait bagaimana cara mengantisipasi hepatitis akut misterius ini, kemenkes mengatakan masyarakat dapat menerapkan prinsip dasar kebersihan dan sanitasi yang baik.
Baca Juga: Kode Redeem CD Key MLA Mobile Legends Adventure 7 Mei 2022, Klaim Diamond Secara Gratis
Seperti mencuci tangan, makan makanan yang bersih, dan tidak menggunakan alat makan bersama.
Kemenkes juga menghimbau agar masyarakat waspada, tidak perlu panik, dan segera melengkapi vaksin hepatitis anak-anak. ***


















