BANTENRAYA.COM – Berikut ini adalah ketentuan dan niat untuk melaksanaan puasa Syawal.
Usai Lebaran Idul Fitri atau 1 Syawal, umat Islam dianjurkan untuk melaksanaan puasa Syawal.
Lantas kapan puasa Syawal mulai dilaksanakan? Berikut penjelasan yang dikutip Bantenraya.com dari berbagai sumber pada Senin 2 Mei 2022.
Baca Juga: Fakta-fakta Seputar Isu Zinidin Zidan Kecalakaan di Tol hingga Meninggal Dunia
Idealnya puasa sunah Syawal 6 hari itu dilakukan persis setelah Hari Raya Idul Fitri, yakni pada 2-7 Syawal.
Tetapi orang yang berpuasa di luar tanggal itu, sekalipun tidak berurutan, tetap mendapat keutamaan puasa Syawal seakan puasa wajib setahun penuh.
Bahkan orang yang mengqadha puasa atau menunaikan nadzar puasanya di bulan Syawal tetap mendapat keutamaan seperti mereka yang melakukan puasa Syawal.
Baca Juga: 6 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H, Cocok Dipasang di Media Sosial
Saking besarnya keutamaan puasa ini, seseorang yang berhalangan melaksanakannya di bulan Syawal dianjurkan mengqadhanya di bulan lain.
Demikian keterangan yang bisa kita dapatkan di kitab-kitab turats, di antaranya Nihayatuz Zain karya Syekh Nawawi Al-Bantani.
Untuk memantapkan hati, ulama menganjurkan seseorang untuk melafalkan niatnya. Berikut ini lafal niat puasa Syawal.
Baca Juga: Pungli Parkir Kendaraan Pedagang Rp100 Ribu, 13 Orang Jukir Diamankan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Adapun orang yang mendadak di pagi hari ingin mengamalkan sunnah puasa Syawal, diperbolehkan baginya berniat sejak ia berkehendak puasa sunnah saat itu juga.
Baca Juga: Dikabarkan Alami Kecelakaan dan Meninggal Dunia, Zinidin Zidan Muncul dan Ucapkan Ini
Karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib.
Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.
Ia juga dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Syawal di siang hari. Berikut ini lafalnya dalam bahasa Arab.
Baca Juga: Dikontrol Biar Tak Ambyar, Ini 5 Penyakit yang Biasa Timbul Pasca Lebaran Idul Fitri
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah SWT.” Wallahu a’lam.
Demikian informasi mengenai niat dan ketentuan puasa Syawal 1443 Hijriah atau 2022 masehi. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan. ***



















