BANTENRAYA.COM – Keberadaan sampah di Kecamatan Kramatwatu menjadi persoalan tersendiri dan perlu keterlibatan semua pihak untuk penanganannya.
Untuk mengurangi keberadaan sampah, pengurus Karang Taruna membentuk bank sampah.
Sejumlah pemuda yang tergabung dalam kepengurusan Karang Taruna Desa Lebakwana dan Karang Taruna Kecamatan Kramatwatu membentuk bank sampah.
Baca Juga: Kode Penukaran Higgs Domino Island 18 April 2022, Dapatkan Chip Gratis Hingga 60B
Pengumpulan sampah yang dilakukan satu bulan sekali itu melibat ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak di dua desa tersebut.
Warga yang menjual sampah di bank sampah mereka bisa menabung emas atau haji dari hasil penjualannya.
“Untuk bank sampah di Kecamatan Kramatwatu sudah terbentuk di Desa Lebakwana dan Desa Kramatwatu, kalau di Desa Kramatwatu sudah termasuk sampah digital,” ujar Ketua Karang Taruna Kecamatan Kramatwatu Sumarga, Minggu 17 April 2022
Baca Juga: Link Nonton dan Spoiler Anime Spy x Family Episode 2 Sub Indo, Mission 2: Secure a Wife
Ia mengungkapkan, setiap warga menyimpan sampah di rumahnya masing-masing setelah dapat satu bulan dikumpulkan di salah satu rumah warga untuk ditimbang.
“Biasanya setiap tanggal satu dilakukan pengumpulan. Warga yang mengumpulkan sampah dikasih buku tabungan, ada yang nabung emas, ada juga yang nabung haji,” katanya.
Selain ada yang menabung emas dan menabung haji, ada juga warga yang langsung menerima pembayaran pada saat selesai penimbangan sampah.
Baca Juga: RANS Cilegon FC Resmikan Pelatih dan Perpanjang Kontrak Belasan Pemain, Ini Daftarnya
“Sementara ini karena kita belum punya mesin pencacah kita kerja sama dengan vendor untuk penjualannya yang uangnya digunakan untuk membayar sampah dari warga,” tuturnya.
Sumarga mengaku, keberadaan bank sampah itu disambut antusiasi oleh warga dan dalam beberapa bulan terakhir sudah puluhan warga yang setiap bulan menyetorkan sampah seperti gela aqua, kardus, dan besi.
“Sekali setor ada yang dapat Rp20 ribu, ada yang dapat Rp50 ribu, ada juga yang dapat Rp100 ribu,” ungkapnya.
Ia menuturkan, keberadaan bank sampah tersebut terus dievaluasi apakah cukup berdampak terhadap pengurangan sampah di Kecamatan Kramatwatu atau tidak.
“Ke depan kalau sudah punya mesin pencacahnya kita kelola sendiri. Inysa Allah setelah lebaran bank sampah ini akan dibentuk di desa-desa yang lain,” katanya.***



















