BANTENRAYA.COM — Ketua Satgas Ketahanan Pangan Banten Al Muktabar mengungkapkan, empat dari 13 komoditas kebutuhan pokok di Provinsi Banten mengalami kenaikan harga selama sepuluh hari terakhir bulan puasa Ramadhan 2022.
Sementara ketersediaan komoditas kebutuhan pokok diklaim akan aman hingga Idul Fitri nanti. Adapun keempat komoditas yang dimaksud yaitu minyak goreng curah, gula pasir, daging ayam ras, dan cabai keriting.
“Kami akan terus memantau harga dan ketersediaan komoditas yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat,” kata Al Muktabar, Rabu 13 April 2022.
Baca Juga: Link Nonton Drakor Soundtrack #1 Episode 4 Sub Indo: Jadwal Tayang dan Sinopsis
Al Muktabar yang juga merupakan Sekda Provinsi Banten ini mengatakan, pemantauan di Pasar Induk Rau menunjukkan, minyak goreng curah masih dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp14.000 per liter.
Harga cabai keriting juga naik menjadi Rp35.000 per kilogram (kg) dari harga sebelumnya Rp30.000 per kg.
Harga daging ayam ras saat ini Rp40.000 per kg naik dari sebelumnya Rp38.000 per kg. Harga gula pasir saat ini adalah Rp15.000 per kg atau naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp14.000 per kg.
Baca Juga: Kasus Kecelakaan di Banten Didominasi Pelajar dan Mahasiswa
Sementara harga sembilan komoditas bahan pokok lain relatif stabil. Kesembilan komoditas itu adalah beras premium dengan harga Rp12.000 per kg, beras medium Rp9.500 per kg, kedelai biji kering (impor) Rp14.000 per kg, dan bawang merah Rp35.000 per kg.
Lalu bawang putih Rp30.000 per kg, cabai rawit merah Rp30.000 per kg, daging sapi murni Rp140.000 per kg, telur ayam ras Rp24.000 per kg, dan tepung terigu curah Rp10.000 per kg.
Kepala Dinas Pertanian Banten Agus Tauchid membenarkan ada sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan. Meski demikian, ada juga sejumlah sayuran yang mengalami penurunan harga.
Baca Juga: Tarif Bus MPM dari Bandung dan Jakarta ke Sumatera Barat Angkutan Lebaran 2022
“Di sini perlunya pemantauan harga dan ketersediaan pangan pokok menjelang Idul Fitri,” katanya.
Agus mengatakan, Satgas Ketahanan Pangan Banten sempat memeriksa ketersediaan komoditas bahan pokok di sejumlah distributor di sekitar Pasar Induk Rau.
Dari hasil pemantauan disimpulkan bahwa secara keseluruhan ketersediaan pangan dinilai aman hingga Lebaran 2022.
Baca Juga: Bacaan Qunut Malam ke 15 Ramadhan Lengkap Arab Latin dan Terjemahan
Penilaian aman itu berlandasarkan jumlah kebutuhan dibandingkan dengan jumlah ketersediaan kebutuhan pokok komoditas tersebut.
Dari data Satgas Ketahanan Pangan Banten diketahui, kebutuhan beras setiap hari sebanyak 3.878 ton sementara ketersediaan beras 6.240 ton.
Kebutuhan jagung 19 ton per hari sementara ketersedian 87,6 ton. Kebutuhan kedelai 363,8 ton per hari sementara ketersediaannya 451,6 ton per hari.
Selanjutnya kebutuhan bawang merah 82,5 ton per hari sementara stoknya 107,9 ton per hari.
Kebutuhan bawang putih 38,9 ton per hari sementara ketersediaannya 53,8 ton per hari. Kebutuhan cabai besar 115,9 ton per hari namun ketersediaannya 208,2 ton per hari.
Kebutuhan cabai rawit 99,6 ton dan ketersediannya 183 ton. Kebutuhan daging sapi/ kerbau 110,8 ton dan ketersediaan 259,6 ton. Kebutuhan daging ayam ras 630,7 ton dan stok 662,7 ton.
Kebutuhan telur ayam ras 635,9 ton dan ketersediaan 640,3 ton. Kebutuhan gula pasir konsumsi 241,7 ton dan ketersediaan 250,9 ton.
Terakhir, kebutuhan minyak goreng sawit curah 105,5 ton dan ketersediaan 168,7 ton. Kebutuhan minyak goreng kemasan 211 ton dan ketersediaan 316,1 ton. ***



















