BANTENRAYA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk atau Bank Banten (BEKS) menyerahkan permasalahan kredit macet PT HNM kepada proses hukum.
Meski demikian, Bank Banten juga menegaskan akan terus melakukan upaya penyelesaian terhadap kredit macet yang ada di lembaga perbankan plat merah tersebut.
Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin mengatakan, persoalan kredit macet PT HNM merupakan permasalahan lama yang kini sedang diupayakan untuk diselesaikan.
Baca Juga: Alami Gejala Flu, Bintang The Red Sleeve Lee Jun Ho Dinyatakan Positif Covid-19
“Adapun terkait dengan penyaluran kredit PT HNM yang tengah ramai, telah terjadi beberapa tahun yang lalu,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Bantenraya.com, Selasa 29 Maret 2022.
“Saat ini manajemen baru disamping melakukan transformasi proses di internal. Juga terus berupaya melakukan penyelesaian semua kredit bermasalah serta menyerahkan kepada proses hukum yang berlaku,” katanya.
Ia mengungkapkan, perseroan kini terus berupaya membangun kepercayaan publik dengan memastikan penyaluran kredit di Bank Banten.
Baca Juga: 1 Menit Yang Lalu! Berikut Ini Kode Redeem ML Mobile Legend 30 Maret 2022 Terbaru
Agus memastikan bahwa upaya-upaya perseroan untuk meningkatkan performa bisnis dan mengejar laba selalu mengedepankan aspek prinsip kehati-hatian.
“Dalam menjalankan roda bisnis Bank Banten, kami selalu menerapkan prinsip kehati-hatian atau prudential banking principle.
“Hal ini kami terapkan untuk meminimalkan risiko usaha operasional bank dengan berpedoman kepada ketentuan bank sentral dan ketentuan intern bank,” ungkapnya.
Baca Juga: Stok Minyak Goreng Melimpah, Tapi Kenapa Warga Lebak Masih Antre Panjang? Ini Kata Kapolres Wiwin
Prinsip kehati-hatian, lanjut Agus diterapkan dengan harapan agar bank bisa berada pada kondisi sehat, likuid dan solvent.
Dengan demikian, kadar kepercayaan masyarakat terhadap Bank Banten dapat terus tumbuh, sehingga masyarakat bersedia dan tidak ragu-ragu menyimpan dananya.
“Manajemen Bank Banten yang saat ini selalu mengutamakan prinsip 5C dalam melakukan analisis kredit, yaitu character, capacity, condition, capital and collateral dalam penyaluran kredit,” tutur Agus.
Menurutnya, sektor perbankan memiliki peran yang signifikan dalam mengembangkan ekonomi daerah.
Produk-produk kredit yang disalurkan oleh perbankan merupakan denyut nadi ekonomi, karena suntikan modal yang diberikan dapat mengakselerasi jalannya bisnis baik di sektor UMKM ataupun dengan skala yang lebih besar.
“Lancarnya aliran dana merupakan point penting dalam denyut nadi perekonomian khususnya di Banten,” tuturnya.
Baca Juga: Arti Kata Lokotre yang Sebenarnya, Bahasa Gaul yang Sedang Viral di TikTok
Lebih lanjut dipaparkan Agus, besarnya peranan bank tersebut kini tengah coba dioptimalkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten).
Sebagai bank kebanggaan daerah Banten, Bank Banten kini terus berupaya mengakselerasi pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan trust dari masyarakat.
“Berbagai langkah-langkah strategis telah dilakukan oleh perseroan, termasuk menggandeng pemerintah Lokal dan mendorong terjadinya pertumbuhan kredit,” tuturnya.
Baca Juga: Cek Syarat Penerima Kartu Prakerja Gelombang 25 Berikut ini
Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan dugaan korupsi kredit macet di Banten Banten ke Polda Banten, Jumat 25 Maret 2022.
Dugaan korupsi kredit macet di Bank Banten yang dilaporkan ke Polisi itu diduga telah rugikan negara hingga Rp65 miliar.
Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, pelaporan dugaan korupsi kredit macet Bank Banten dilakukan untuk meneruskan aduan dari masyarakat.


















