BANTENRAYA.COM – Media sosial terlebih TikTok sedang diramaikan dengan tren transisi jadi imam tarawih.
Tren transisi jadi imam tarawih yang diiringi backsound lagu La dari Dystict ini banyak diikuti oleh para content creator.
Dalam tren transisi jadi imam tarawih tersebut memperlihatkan perubahan atau transisi seseorang menjadi imam tarawih.
BACA JUGA: Wakil Walikota Serang Ungkap Data, Perputaran Uang Program MBG Tembus Rp1,2 Triliun
Tren yang banyak diikuti oleh kaum adam tersebut mengikuti transisi yang biasa mengenakan kaos atau pakaian sehari-hari.
Kemudian beralih menjadi seorang imam tarawih yang berdiri di hadapan para jamaahnya.
Mengenai trennya nyatanya tak sedikit menuai pro dan kontra terlebih perihal konten tersebut dinilai mengganggu saat sholat tarawih.
BACA JUGA: 18 Maret 2026 Diprediksi Jadi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
Dikutip Bantenraya.com dari laman NU Online, tarawihnya tetap sah selama syarat dan rukunnya terpenuhi meski tengah melakukan tren tersebut.
Namun, tren tersebut jika dilihat dari sudut etika justru berpotensi untuk mengganggu kekhusyukan saat shalat.
Lantaran, keberadaan ponsel untuk merekam transisi tren tersebut dapat menjadi distraksi yang serius.
Fokus yang seharusnya tertuju pada Allah SWT justru bakal terdistraksi terkait memastikan sudut kamera saat pengambilan konten.
Sehingga, hal tersebut dapat mengurangi kekhusyukan dalam tarawih. Padahal, khusyuk ialah salah satu aspek paling penting.
Dengan demikian, trennya sendiri secara langsung tidak membatalkan tarawih selama syarat dan rukunnya tetap terpenuhi.
Akan tetapi, praktik tersebut patut dipertimbangkan kembali dari sisi etika ibadah dan penjagaan kekhusyukan.***


















