BANTENRAYA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasannya adakah kaitannya antara gempa bumi Bayah, Kabupaten Lebak dengan erupsi Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir.
Seperti diketahui, peristiwa erupsi Gunung Anak Krakatau dan gempa bumi Bayah sama-sama terjadi pada akhir pekan ini atau dalam waktu yang berdekatan.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Klas 1 Tangerang Urip Setiyono mengatakan, gempa bumi bayah terjadi pada Jumat 4 Februari 2022 pukul 17.10 WIB.
Baca Juga: Link Nonton Siaran Langsung Pertandingan Pingpong Abdel vs Desta 6 Februari 2022, Psywar Makin Panas
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo 5,2.
“Episenter terletak di laut pada jarak 63 kilometer arah barat daya Bayah, Banten dengan kedalaman 55 km,” ujarnya, Minggu 6 Februari 2022.
Ia menuturkan, gempa bumi di Bayah merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi batuan pada kerak samudra Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Banten.
Baca Juga: Rekomendasi Sepatu Lokal yang Mirip Dengan Jordan 1, Harga Terjangkau!
Gempa jenis ini lazim disebut sebagai gempa yang bersumber dalam lempeng atau gempa intraslab.
Gempa intraslab memiliki karakter mampu meradiasikan guncangan yang lebih besar di atas gempa dengan magnitudo sekelasnya dari sumber lain.
Maka menurutnya wajar jika gempa ini meskipun hanya magnitudo 5,2 tetapi dapat dirasakan di Jakarta.
Baca Juga: Tak Sanggup Puasa Bulan Rajab, Ustadz Abdul Somad Ungkap Amalan Pengganti yang Sama Dahsyatnya
“Gempa bumi di selatan Banten ini murni gempa tektonik yang tidak ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
“Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini (di Bayah-red) tidak berpotensi tsunami,” katanya.
Selain di Jakarta, lanjut Urip, gempa bumi Bayah juga dirasakan sangat kuat di Pelabuhan Ratu dalam skala intensitas IV modified mercalli intensity (MMI).
Baca Juga: Habib Kribo Disetting untuk Menandingi Habib Bahar, KH Idrus Ramli: Habib Bahar Terlalu Berani
Sedangkan di Malingping, Bayah, Cihara, Panggarangan, Ciptagelar, Wanasalam, Sukabumi, Rangkasbitung, Cireunghas, Cikeusik dalam skala intensitas III MMI.
“Di Sawarna, Pangalengan, Jakarta, Tangerang, Parung Panjang, Bekasi dalam skala intensitas II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa,” ungkapnya.
Urip merinci, gempa bumi Bayahi adalah gempa kelima yang mengguncang Jakarta dalam 5 tahun terakhir.
Baca Juga: Tanda Ketika Tobat Diterima Allah SWT Menurut Ustadz Adi Hidayat, Bisa Dirasakan dan Dilihat
Rinciannya, 23 Januari 2018 (magnitudo 6,1) 28 Juli 2019 (magnitudo 4,9) 2 Agustus 2019 (magnitudo 6,9) 14 Januari 2022 (magnitudo 6,6) dan 4 Februari 2022 (magnitudo 5,2).
“Hingga (4 Februari 2022)pukul 17.35 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi satu kali aktivitas gempa susulan atau aftershock dengan magnitudo 3,0,” tuturnya. **

















