BANTENRAYA.COM – Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkap pemerintah sudah menerima sekitar 80 nama calon Ibu Kota Negara (IKN) baru dari para ahli.
Akan tetapi, Presiden Jokowi memutuskan agar IKN baru diberi nama adalah dengan nama Nusantara.
Dia menjelaskan, sebelum Presiden Jokowi memilih nama Nusantara untuk IKN Baru, pihaknya telah memanggil ahli sejarah dan ahli bahasa untuk memberikan pengetahuan terkait nama-nama tersebut.
Baca Juga: Tidak Terima Disuruh Mencuci Piring oleh Ivan Gunawan, Ayu Ting Ting: Mau Nyuruh Anak Gue Susah?
Menurut dia, nama-nama tersebut seperti Negara Jaya, Nusantara Jaya, Nusa Karya, Nusa Jaya, Pertiwi Pura, Wana Pura, dan Cakrawala Pura.
“Ada sekitar 80 lebih nama yang diusulkan namun akhirnya dipilih Presiden yaitu Nusantara tanpa kata Jaya,” kata Suharso dalam Rapat Kerja Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu 19 Januari 2022.
Ia mengatakan bahwa, nama IKN kelak adalah ‘Nusantara’. Nama ini merupakan pilihan Presiden Jokowi dan telah mendapatkan persetujuan dari DPR RI.
Baca Juga: Diguyur Rp21,7 Miliar, TPAS Cilowong Kota Serang Kini Punya Tampilan Baru
Kemudian Suharso menjelaskan nama Nusantara merupakan konseptualisasi dari seluruh wilayah kepulauan Indonesia yang disatukan oleh lautan.
Dengan demikian secara implisit Nusantara merefleksikan karakter bangsa Indonesia yang majemuk dan konsep NKRI yang mengakomodasikan kemajuan.
Penyematan Nusantara sebagai nama IKN dimaksudkan untuk mengungkapkan realitas tersebut.
Baca Juga: Terkejut Saat Karyawan Masih Kerja hingga Larut Malam, Raffi Ahmad: Gila!
Realitas kekayaan kemajemukan Indonesia itu menjadi modal sosial untuk memajukan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan, menuju masa depan Indonesia maju, tangguh, dan berkelanjutan. ***



















