BANTENRAYA.COM – KH Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar NU atau Ketua Umum PBNU periode 2021-2026.
Gus Yahya terpilih dalam Muktamar ke-34 NU setelah meraih 337 suara dan mengungguli rivalnya KH Said Aqil Siradj yang hanya memperoleh 210 suara.
Metode pemilihan sehingga Gus yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU ini dilakukan dengan cara setiap pemilik suara menuliskan nama kandidat bakal calon pada selembar kertas.
Baca Juga: Rekomedasi 5 Hotel di Anyer yang Cocok untuk Libur Nataru, Nyaman dan Pemandangannya Bikin Betah
Setelah dilakukan pemungutan, dihitung perolehan suara dan dilanjutkan dengan penetapan Ketua Umum PBNU untuk lima tahun ke depan.
Dari hasil penghitungan suara, Gus Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2021-2026.
Berikut ini profil ketua umum PBNU Periode 2021-2026 Gus Yahya Cholil Staquf dari tanggal lahir hingga rekam jejak.
Baca Juga: Innalillahi, Mantan Wakil Walikota Serang Sulhi Choir Meninggal Dunia
Yahya Cholil Staquf adalah lelaki yang memiliki garis keturunan dari KH Muhammad Cholil Bisri dan Muchisnah, ia lahir di Rembang, Jawa Tengah pada 16 Februari 1966.
Ayahnya KH Muhammad Cholil Bisri adalah seorang kiai yang aktif dalam dunia perpolitikan nasional sebagai eks Wakil Ketua MPR dan salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Gus Yahya merupakan keponakan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus dan Ia adalah kakak kandung dari Menteri Agama saat ini yakni Yaqut Cholil Coumas.
Baca Juga: Jelang Leg 2 Indonesia Vs Singapura, Shin Tae Yong Berambisi Menang
Sejak kecil Gus Yahya sudah mengenal pelajaran agama di Pesantren, bermula dari pendidikan formal di Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang, Jawa Tengah.
Lalu saat remaja Gus Yahya tercatat pernah menimba ilmu di salah satu pesantren Yogyakarta yakni Madrasah Al-Munawwir Krapyak dan dia adalah murid KH Ali Maksum.
Ia juga melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di Universitas Gadjah Mada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.
Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid 19 Varian Omicron, KSOP Awasi Pengemudi Truk di Pelabuhan BBJ
Semasa kuliah, Gus Yahya merupakan mahasiswa yang aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta.
Ia juga berhijrah selama setahun di Mekkah, Arab Saudi untuk mengaji.
Gus Yahya juga dekat dengan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, lantaran dirinya pernah menjadi Juru Bicara Presiden keempat RI tersebut.
Setelah itu ia sempat aktif di PKB, tapi kemudian memilih lebih menekuni di bidang pendidikan.
Preside Joko Widodo juga melantik Gus Yahya sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) 2014-2019 dan Ia kerap menjadi perwakilan pembicara internasional di luar negeri.
Gus Yahya pernah menuai kontroversi karena memenuhi undangan untuk pergi ke Israel yang dilayangkan American Jewish Committee (AJC) Global Forum pada 2018 lalu.
Baca Juga: Pemerintah Wajibkan Vaksin Dosis Lengkap untuk Pelaku Perjalanan Jauh, Berlaku untuk Kendaraan Umum
Bagi sebagian kalangan, langkah itu dianggap tidak selaras dengan komitmen terhadap kemerdekaan Palestina.
Meski demikian, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini beranggapan bahwa langkah itu selaras dengan yang pernah dilakukan Gus Dur, untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina lewat diplomasi segala cara.
Dalam acara Ngopi Bareng pada Selasa 21 Desember, 2021 Gus Yahya mengatakan bahwa dirinya miliki keinginan untuk membuat NU sendiri menjadi model peradaban di masa depan.
Baca Juga: Resep Indomie Goreng Terenak, Sering Lewat di FYP TikTok
“Saya nyalon ketua umum, melamar pekerjaan. Pekerjaannya apa? menjadikan NU sebagai model peradaban di masa depan,” tuturnya.
“Bukan karena, jika saya jadi ketua umum NU bisa nyalon presiden, nyalon wakil presiden. Itu saya tidak mau,” imbuh Gus Yahya.
Sebelumnya, Gus Yahya pernah menyampaikan kesediaannya saat dimintai untuk menjadi calon Ketua Umum PBNU.
Baca Juga: 7 Aktor Pemeran Spider-Man dari Awal Hingga Saat ini, Simak Lengkapnya!
“Dengan ini saya menyatakan bersedia, menjadi calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Yahya saat diminta kesediaan menjadi Ketum PBNU. ***

















