BANTENRAYA.COM– Di tengah krisis kualitas udara yang makin memburuk di Jakarta, satu langkah sederhana yang bisa membawa dampak besar adalah dengan beralih menggunakan transportasi umum.
Selama ini, banyak masyarakat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk beraktivitas.
Sehingga, kendaraan pribadi mendominasi jalanan ibu kota. Akibatnya, emisi gas buang dari mobil dan motor terus mencemari udara yang dihirup jutaan orang setiap hari.
Dikutip dari unggahan resmi Suku Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta @dinaslhdki, berdasarkan data Greenpeace Indonesia dan ITB, hampir setengah polusi udara jenis PM2.5 di Jakarta—tepatnya 44,7 persen—berasal dari sektor transportasi. Dari jumlah itu, sekitar 32 persennya disumbang dari kendaraan berbahan bakar diesel.
Sementara itu, dalam unggahan tersebut juga Suku Dinas LH DKI Jakarta menyampaikan, moda transportasi umum seperti Transjakarta, MRT, LRT, dan KRL memiliki potensi besar untuk menekan angka tersebut.
Satu unit bus, misalnya, bisa menggantikan hingga 40 kendaraan pribadi di jalan. Jika semakin banyak warga beralih ke transportasi publik, jumlah kendaraan di jalan otomatis berkurang, begitu juga emisinya.
Baca Juga: Novran Lepas Jabatan, Zamroni Tama Resmi Jabat Plt Dirut BPRS Cilegon Mandiri
“Transportasi umum bukan cuma soal bepergian, tapi juga soal memilih masa depan kota yang lebih bersih,” tulis akun resmi Suku Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta lewat caption pada unggahan Instagramnya.
Sementara itu, masih dari informasi pada unggahan tersebut, hasil studi dari Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) menyebutkan bahwa, peningkatan penggunaan angkutan umum secara signifikan bisa menurunkan emisi transportasi di kota-kota besar hingga 40 persen.
Selain membantu memperbaiki kualitas udara, transportasi publik juga terbukti lebih efisien dalam mengatasi kemacetan.
Dan ini bukan semata jargon ramah lingkungan. Setiap langkah kecil—setiap perjalanan tanpa kendaraan pribadi—adalah kontribusi nyata untuk Jakarta yang lebih layak huni.
“Semakin banyak orang memilih transportasi umum, makin besar peluang kita menghirup udara segar setiap hari,” tutup Suku Dinas LH pada unggahan tersebut.***

















