BANTENRAYA.COM – Itikaf menjadi salah satu amalan yang bisa dilaksanakan umat muslim untuk mendapatkan keutamaan lailatul qadar.
Lailatul qadar merupakan peristiwa besar yang terjadi hanya di bulan Ramadhan dan banyak yang mengincarnya dengan melaksanakan itikaf.
Itikaf sendiri biasanya dilaksanakan di masjid dan bagi Anda yang berniat untuk mengamalkannya simak panduan lengkap mengenai tata cara darinya di artikel ini.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Sadis Penjual Madu, Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
Kapan Datangnya Malam Lailatul Qadar?
Tidak ada yang tahu kapan datangnya malam lailatul qadar dan itu menjadi rahasia Allah SWT.
Meski demikian, tanda-tandanya bisa diketahui yang pertama tentu di bulan Ramadhan dan pada malam hari.
Lailatul qadar disebut juga lebih baik dari 1.000 bulan dan Rasulullah SAW mengungkapkan jika malam istimewa itu bakal datangd i 10 hari terakhir Ramadhan.
Baca Juga: Dua Pelaku Pembunuh Sadis Penjual Madu Ditangkap
حَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ في الوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ »
“Carilah lailatul qadr pada tanggal ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan”. (HR. Bukhori)
Agar bisa fokus mendapatkan malam lailatul qadar, orang-orang biasanya akan melaksanakan itikaf.
Itikaf sendiri bisa diartikan saat seseorang mengasingkan diri atau berdiam diri di masjid untuk waktu tertentu.
Baca Juga: Bukan Lebak, Ini Daerah dengan Penduduk Miskin Tertinggi di Banten, Angkanya Bikin Syok Pembaca!
Panduan Lengkap Itikaf
Syekh Nawawi Al-Bantani pada Bab tentang itikaf di dalam kitab Nihayatuz Zain memberikan panduan mengenai tata cara i’tikaf.
> 4 rukun itikaf
– Niat
– Berdiam diri di masjid sekurang-kurangnya selama tumaninah shalat
– Masjid
– Orang yang Beri’tikaf
> Syarat Itikaf
– Beragama Islam
– Berakal sehat
– Bebas dari hadas besar
Macam-macam Itikaf dan Bacaan Niat
Syekh Nawawi mengategorikan pelaksanaan itikaf menjadi 3 yakni itikaf mutlak, itikaf terikat waktu tanpa terus-menerus dan yang ketiga adalah itikaf terikat waktu dan terus-menerus.
1. Niat itikaf mutlak :
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى
“Aku berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah.”
2. Niat itikaf yang terikat waktu, contohnya selama satu bulan
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَوْمًا/لَيْلًا كَامِلًا/شَهْرًا لِلهِ تَعَالَى
“Aku berniat i’tikaf di masjid ini selama satu hari/satu malam penuh/satu bulan karena Allah.”
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا
“Aku berniat i’tikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut karena Allah.”
Baca Juga: Kapan Waktu Terakhir Bayar Zakat Fitrah? Cek Penjelasannya di Sini Jangan Sampai Terlewat!
3. Niat itikaf yang dinazarkan
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى
“Aku berniat i’tikaf di masjid ini fardhu karena Allah.”
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فَرْضًا للهِ تَعَالَى
“Aku berniat i’tikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut fardhu karena Allah.”
Hal-hal yang Membatalkan Itikaf
– Berhubungan suami-istri
– Mengeluarkan sperma
– Mabuk yang disengaja
– Murtad
– Haid
– Nifas
– Keluar tanpa alasan
– Keluar untuk memenuhi kewajiban yang bisa ditunda
– Keluar disertai alasan hingga beberapa kali, padahal keluarnya karena keinginan sendiri. ***



















