BANTENRAYA.COM – Kebijakan pembelian tiket kapal penyeberangan dalam radius 4,7 kilometer dari sisi terluar Pelabuhan Merak yang diterapkan PT ASDP Indonesia Ferry tuai pro kontra.
Beberapa pengguna jasa merespon positif dari kebijakan tersebut.
Kebanyakan, mereka yang menyambut baik yakni para pemudik yang berasal dari luar Banten lantaran kebijakan tersebut justru mempermudah perjalanan.
Seperti yang disampaikan oleh salah satu pengguna jasa penyeberangan asal Jakarta Neri Musdalinah mengaku dimudahkan dengan adanya kebijakan tersebut.
Baca Juga: Berkunjung ke Lubuklinggau, Anies Baswedan Rekomendasikan Kuliner Pindang Tempoyak Ikan Tapah
“Bagus ya, karena memang kalau sudah digital seharusnya seperti itu. Jadi dapat memudahkan pemudik yang dari jauh,” katanya, Kamis, 21 Desember 2023.
Hal serupa juga disampaikan oleh Toni Eko Hadiyanto pemudik asal Jawa Timur.
Ia mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut cukup baik.
“Menurut saya ini baik ya, karena dengan begitu justru bisa mengurangi kemacetan dari para pengguna jasa yang membeli di on the spot gitu,” ucapnya.
Baca Juga: Mahasiswa UIN SMH Banten Sosialisasikan Bahaya Narkoba di SMK PGRI 3 Kota Serang
Meski begitu, baik Neri maupun Toni tetap memberi catatan terhadap pelayanan dari sistem aplikasi Ferizy dan penerapan kebijakan tersebut yang masih kurang tersosialisasikan secara luas kepada masyarakat.
“Tadi juga di jalan saya lihat beberapa kendaraan sempat putar balik. Mungkin mereka itu mau beli tiket kali ya di luar radius yang diterapkan itu, kasihan juga sebenarnya karena memang mereka mungkin belum tahu,” ucap Toni.
Sementara itu, hal berbeda disampaikan oleh Dina yang merupakan pedagang tiket kapal penyeberangan di sekitar area Pelabuhan Merak.
Ia mengaku cukup dirugikan dengan adanya penerapan kebijakan pembelian tiket dalam radius 4,7 kilometer dari sisi terluar Pelabuhan Merak.
“Lumayan rugi ya, soalnya ini gak biasanya kaya gini,” ucapnya.
Ia menuturkan, dengan adanya penerapan kebijakan tersebut mulai 11 Desember 2023 lalu turut mempengaruhi pendapatannya.
“Tahun kemarin sebelum adanya kebijakan itu di sini ramai, kalau sekarang mah sepi,” pungkasnya.***


















