BANTEN RAYA.COM – Sekitar 500 warga dari berbagai desa di Kecamatan Bayah, melakukan demonstrasi di depan Pabrik Semen Merah Putih milik PT Cemindo Gemilang di Kecamatan Bayah, Kamis 17 Februari 2022.
Aksi demo tersebut dilakukan, karena PT Cemindo dinilai mengingkari janji terkait perekrutan tenaga kerja lokal yang minim dan adanya ketidakjelasan soal penyaluran corporate social responsibility (CSR) kepada masyarakat Bayah.
Budi Supriadi mengungkapkan, bila masyarakat Bayah sudah lama kecewa terhadap janji-janji pihak PT Cemindo Gemilang. Janji perekrutan tenaga kerja lokal kata Budi tidak diakomodir dengan baik dan penyaluran CSR yang diingkari.
Baca Juga: Irigasi Aliran Ciramanuk Tak Berfungsi, BBWSC 3 Banten Dinilai Tutup Mata
“Kami demo karena warga Bayah sudah lama kecewa dengan PT Cemindo yang ingkar janji. Kami harap pihak PT Cemindo Gemilang harus memenuhi semua janjinya, dari mulai rekrutmen tenaga kerja hingga janji-janji yang lainya,”ujar Budi.
Ditambahkannya, bila setelah demo pihak PT Cemindo tidak memenuhi janji-janjinya, maka aksi demo jilid dua dengan masa yang lebih banyak akan dilakukan kembali. “Kami harap, untuk perekretutan tenaga kerja, harus lebih banyak warga lokal. Selain itu, wargapun ingin meminta kejelasan CSR nya,”kata Budi.
Ketua Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Bayah, Rafik Rahmat Taufik mengatakan, bila pihaknya mendukung terhadap aksi demo yang dilakukan ratusan warga Bayah di PT Cemindo Gemilang.
Baca Juga: Program Kartu Prakerja Gelombang 23 Telah Dibuka, Intip Cara Daftarnya
“Selain soal perekrutan tenaga kerja, serta soal ketidakjelasan CSRnya, pihak PT Cemindo Gemilang pun merusak lingkungan disekitar Bayah, bahkan belakangan ini, dilokasi pengolahan pabrik semennya, kerap mengeluarkan debu hingga kepermukiman penduduk,”kata Rafik.
Belum ada keterangan resmi dari PT Cemindo terkait demo warga ini. Ketika Banten Raya berusaha menghubungi pihak PT Cemindo Gemilang melalaui saluran telpon belum direspon. ***



















