BANTENRAYA.COM – Juniah (49), ibu rumah tangga asal Kampung Salahaur, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Lebak meminta pertolongan Pemadam Kebakaran (Damkar) Lebak untuk melepas cincin kawinnya yang sudah terpasang sejak tahun 1997.
28 tahun cincin itu terpasang membuat jari manisnya mengalami pembengkakan dan cincin tak lagi bisa dilepaskan.
Komandan regu atau danru piket Damkar, Ade Apriyadi menyebut panggilan itu ia terima pada Kamis, 3 April 2025 malam.
“Menurut keterangan dari pada pelapor bahwa cincin tersebut sudah dipakai sejak tahun 1997 sebagai cincin pernikahan,” kata Ade kepada Bantenraya.com, Jumat, 4 April 2025.
Baca Juga: Pastikan Kenyamanan Pengunjung, Bupati Pandeglang Dewi Pantau Destinasi Wisata Pantai Carita
Pasca menerima panggilan, Ade dan anggota lainnya langsung bergegas sambil membawa sejumlah peralatan yang dibutuhkan.
Selama proses pelepasan, petugas bekerja dengan sangat berhati-hati. Karena tak bisa dilepas, cincin itu akhirnya harus dipotong menggunakan alat pemotong.
Usaha melepaskan cincin di jari tangan Juniah akhirnya membuahkan hasil setelah 30 menit berlalu.
Ade mengungkapkan, laporan demikian bukanlah laporan pertama yang diterima Damkar Lebak. Bahkan, Ade juga memastikan Damkar akan selalu siap jika menerima panggilan dari masyarakat jika sifatnya mendesak.
“Kami mengimbau kepada masyarakat jika mengalami hal serupa, yakni cincin sulit dilepas agar tak segan meminta bantuan damkar,” tandasnya. (***)



















