BANTENRAYA.COM – Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya dan wakilnya, Amir Hamzah butuh setidaknya Rp40 miliar untuk menjalankan visi dan misinya sebagai kepala daerah di tahun pertamanya menjabat.
Kebutuhan anggaran itu mencakup berbagai program kerja selama satu tahun Hasbi-Amir.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Yosep M. Holis mengungkapkan, di tahun awal bertugas, Hasbi-Amir akan memfokuskan pada penataan wilayah, khususnya Alun-alun Rangkabitung, termasuk perbaikan infrastruktur jalan di daerah perkotaan serta pemanfaatan Pasar Kandang Sapi.
Baca Juga: Jelang Ramadan, 45 Anggota DPRD Kota Serang Bakal Gelar Reses Selama Empat Hari
“Jadi konsep besarnya Hasbi-Amir ini ingin Alun-alun itu jadi wahana interaksi sosial. Tapi jangan juga banyak PKL. Kita ingin alun-alun itu lebih nyaman dan bisa jadi landmark Lebak. Pak Hasbi bahkan mengadopsi konsep di daerah lain, seperti di Majalengka atau Cimahi,” kata Yosep kepada Banten Raya pada Senin, 24 Februari 2025.
Khusus untuk program penataan tersebut, kata Yosep, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) membutuhkan sekitar Rp15 -22 miliar.
Kata Yosep, untuk menutupi kebutuhan tersebut, pihaknya akan menggeser anggaran-anggaran seremonial ataupun perjalanan dinas sesuai dengan instruksi efisiensi.
Baca Juga: Awasi Lonjakan Harga, Pemprov Banten Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan
Untuk memantapkan program itu, pihaknya bahkan sudah mulai mencari konsultan dan kontraktor yang bekerja di lokasi-lokasi yang akan diadopsi oleh Bupati Lebak.
Kemudian, pihaknya juga akan melanjutkan mengerjakan pembuatan Detail Engineering Design (DED) atau dokumen perencanaan teknis bangunan yang berisi gambar kerja detail.
“Untuk (penataan) itu angkanya memang dikisaran Rp15-22 miliar. Kita terus cari dari efisiensi. Minimal tahun ini kita sudah ngerehabilitasilah alun-alun dan jalan. Untuk Pasar Kandang Sapi betul-betul harus merelokasi lebih dari 800 PKL,” ujarnya.
Baca Juga: Dikukuhkan, LKBPH PWI Banten Resmi Dibentuk
Di sisi lain, adanya pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) menjadi beban baru bagi Pemkab Lebak. Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Budi Santoso menyebutkan hasil komunikasi tim transisinya dengan Bupati dan Wakil Bupati Lebak, pihaknya harus menyiapkan Rp40 miliar untuk visi-misi di tahun pertama.
Artinya, pemkab juga harus menutupi pemangkasan TKD sebesar Rp32 miliar ditambah kebutuhan program satu tahun Hasbi-Amir tanpa menyentuh belanja pegawai seperti gaji dan tunjangan kinerja (tukin).
“Yang dipangkas itu DAK jalan Rp8 miliar dan DAU specific grant Rp24 miliar, jadi total Rp32 miliar. Kemudian tahun pertama Hasbi-Amir butuh Rp40 miliar. Artinya kita dari Tim Pengelola Anggaran Daerah (TAPD) harus mencari Rp72 miliar tanpa mengurangi hak pegawai,” tandasnya.***



















