BANTENRAYA.COM – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Banten berhasil menghimpun sebanyak 67 kantong darah dalam momen Hari Pajak Tahun 2025.
Kepala Bidang Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan (PPIP) Kanwil DJP Banten, Edwin Warganingrat Muliya mengatakan, tercatat sebanyak 81 pegawai mendaftarkan diri sebagai calon pendonor.
Berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang, proses donor dilakukan setelah peserta melewati pemeriksaan kesehatan awal oleh tim medis PMI.
“Dari 67 kantong darah yang terhimpun ini terdiri atas 19 kantong golongan darah A, 18 kantong golongan darah B, 28 kantong golongan darah O, dan 2 kantong golongan darah AB, kami akan salurkan kepada PMI bagi pasien yang sedang membutuhkan,” kata Edwin di Aula Krakatau Kanwil DJP Banten, di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 34, Sumurpecung, Serang, Rabu 9 Juli 2025.
Ia munuturkan aksi donor darah ini melibatkan partisipasi aktif pegawai dari Kanwil DJP Banten serta jajaran pegawai dari tiga Kantor Pelayanan Pajak di lingkungan Kanwil DJP Banten, yakni KPP Pratama Serang Timur, KPP Pratama Serang Barat, dan KPP Pratama Cilegon.
“Kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus penguatan nilai-nilai kemanusiaan,” imbuhnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kanwil DJP Banten untuk menanamkan nilai-nilai empati serta memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dimana persediaan darah kini sangat dibutuhkan.
“Donor darah ini sangat positif karena persediaan darah sangat dibutuhkan, terutama bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang dengan kondisi kesehatannya,” jelas Edwin.
Baca Juga: Lantik Deden Jadi Sekda, Andra Amanatkan Bekerja Maksimal
Melalui kegiatan ini, Kanwil DJP Banten menegaskan komitmennya dalam membangun budaya organisasi yang peduli, tidak hanya dalam hal pelayanan pajak, namun juga dalam kontribusi kemanusiaan yang lebih luas.
“Saya berharap, di tahun-tahun mendatang, peringatan Hari Pajak bisa semakin meriah dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat agar semangat pajak dapat dirasakan lebih luas,” katanya. (***)



















