BANTENRAYA.COM – Walikota Serang terpilih periode 2024-2029, Budi Rustandi minta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian atau BBWSC3 lakukan normalisasi enam anak Sungai Cibanten.
Permintaan ini disampaikan Budi Rustandi saat sambangi kantor BBWSC3 di Benggala, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Jumat, 17 Januari 2025.
Budi Rustandi diterima oleh Kepala BBWSC3 I Ketut Jayada dan jajarannya.
Silaturahmi ini membahas penanganan banjir di Kota Serang, salah satunya akibat luapan sungai.
“Kunjungan saya ke BBWSC3 di Kota Serang dalam rangka agar bisa bersinergi, ketika nanti saya dilantik saya mengetahui yang menjadi kewenangan BBWSC3 untuk penanganan banjir di Kota Serang,” ujar Budi, kepada wartawan.
Baca Juga: Kuwait Guyur Rp 30 Miliar Bantu Bangun Pondok Pesantren di Kota Serang, Nur Agis Merasa Terbantu
Ia mendukung rencana normalisasi Sungai Cibanten lanjutan oleh pihak BBWSC3 tahun ini.
Budi juga menyampaikan kepada BBWSC3 ada enam anak Sungai Cibanten di Kota Serang yang perlu dinormalisasi, agar luapannya tidak menjadi genangan banjir.
“Kita sudah koordinasi dengan BBWSC3, ternyata ketika melakukan normalisasi enam anak sungai mereka (BBWSC3) kesulitan menurunkan alat berat ke lokasi. Lokasinya sempit banyak bangunan ilegal makanya nanti kita pecahkan setelah saya dilantik, nanti seperti apa solusinya, karena banyak bangunan liar yang mereka susah ketika memasukan alat berat nah itu menjadi kendalanya,” jelasnya.
Budi juga akan membuat nota kesepahaman dengan pihak BBWSC3, dan Pemerintah Provinsi Banten untuk menangani banjir di Kota Serang, salah satunya banjir rob di wilayah Karangantu, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen Kota Serang.
Selama turun kelapangan meninjau banjir, ia banyak menemukan penyempitan aliran sungai, akibat bangunan liar dan sampah yang menyebabkan banjir.
Baca Juga: Bikin Ngeri! Sinopsis Film Horor Desa Mati The Movie Segera Tayang Maret 2025
Budi berharap masyarakat sadar tidak membuang sampah di aliran sungai, karena penanganan banjir di Kota Serang butuh dukungan dari masyarakat tidak membuang sampah disungai dan mendirikan bangunan disepadan sungai.
“Ketika saya melihat peta, monitoring itu banyak penyempitan aliran sungai. Ini perlu kesadaran masyarakat Kota Serang khususnya, banyak sampah dialiran sungai, termasuk banyak bangunan semi permanen yang ilegal yang berada disepadan sungai, ataupun di atas permukaan air sungai, ini perlu langkah-langkah ketika saya dilantik agar bisa gerak cepat terkait penanganan banjir, ini butuh suport dari masyarakat agar program saya terkait penanganan banjir bisa selesai dengan cepat,” jelas dia.
Sedangkan masalah banjir diperkotaan menurutnya akibat banyak sampah dan bangunan diatas saluran drainase.
“Banjir yang diperkotaan yang menjadi kewenangan kita saya lihat banyak penyempitan saluran ada rumah yang bangun diatas saluran air, kemudian tersumbat sampah, harapan besar saya masyarakat Kota Serang bisa bekerja sama dalam rangka penanganan banjir dan sampah, kita akan bikin motonya malu buang sampah sembarangan,” tandasnya. (***)




















