BANTENRAYA.COM – Selain melakukan penjajakan kerja sama dengan investor asal Korea Selatan, 3 negara asing dikabarkan akan membantu Pemerintah Kota Cilegon dalam mengelola sampah di Tempat Pengolahan Sampah Akhir atau TPSA Bagendung.
Pemkot Cilegon melalui Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kota Cilegon kini gencar melakukan mencari solusi untuk pengelolaan sampah.
Belum lama ini juga, Pemkot Cilegon telah menekan kontrak kerja sama dengan investor asal Korea Selatan PT Green ECO Teknologi untuk membantu mengelola sampah di Kota Cilegon.
Ternyata tak hanya investor asal Korea Selatan saja yang akan membantu Pemkot Cilegon dalam mengelola sampah, tetapi melibatkan 3 negara asing lainnya seperti Inggris, Jepang, dan Singapura.
Baca Juga: Honorer Kabupaten Serang Desak Bupati Zakiyah Angkat Sebagai PPPK Paruh Waktu
Kepala DLH Kota Cilegon Sabri Mahyudin mengatakan, investor dari Inggris, Jepang, dan Singapura, saat ini masih dalam tahap komunikasi untuk tindak lanjut dari kerja sama ini.
“Kita mencari investor lain yang berkeinginan membantu kami dalam mengelola sampah, 3 negara itu tertarik dan masih dalam tahap komunikasi,” kata Sabri kepada Banten Raya, Rabu 30 Juli 2025.
Seperti kembang desa yang memiliki ketertarikan khusus, Sabri mengaku, investor negara asing yang datang ke Kota Cilegon karena lokasinya yang strategis dekat industri.
“Masing-masing negara memiliki ketertarikan sendiri di industri Kota Cilegon ini, seperti Korea Selatan dan Singapura melirik Indonesia Power, Jepang melirik industri Petrokimia,” jelasnya.
Baca Juga: Bisa Ganggu Bisnis, Kejagung Diminta Profesional Tangani Kasus Cap Lebur Emas Antam
Ia mengungkapkan, 4 negara tersebut termasuk Korea Selatan memiliki cara pengolahan sampah yang berbeda-beda, dan dapat diterapkan di Kota Cilegon.
Korea Selatan dan Singapura memiliki metode pengolahan sampah yang sama yaitu Bahan Bakar Jumputan Padat atau BBJP.
“Kalau Jepang itu akan pakai metode membakar sampah, Inggris metodenya lebih ke pemberdayaan masyarakatnya seperti mengedukasi dan lain-lain,” ungkapnya.
Nantinya metode-metode pengolahan sampah tersebut akan diterapkan di masing-masing industri yang telah dipilih oleh para investor.
Baca Juga: 44 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Cilegon Bakal Direnovasi, Per KK Terima Rp30 Juta
“Kalau di industri nantinya sudah tau masing-masing dari metode pengolahan sampahnya ini seperti apa dari 4 negara ini,” pungkasnya.***

















