BANTENRAYA.COM – Sejumlah orang tua murid dan siswa di Kota Serang rela datang lebih pagi pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2025-2026.
Kondisi tersebut salah satunya terlihat di SD Negeri Serang 02 Kota Serang, Jalan Ki Mas Jong.
Pantauan Bantenraya.com, Senin 14 Juli 2025, sejumlah orang tua murid dan siswa sudah tiba di SD Negeri Serang 02 Kota Serang meski matahari belum nampak.
Bahkan saat hendak masuk salah satu ruang kelas pintu masih tertutup rapat, alhasil harus menunggu penjaga sekolah untuk membuka pintunya.
Baca Juga: Kepengurusan Rumus Terbentuk, Gairah Musik di Kota Cilegon Kembali Bangkit
Salah seorang orang tua murid SD Negeri Serang 02, Amin Arsyad mengatakan, sengaja mengantar putrinya lebih pagi, karena ada imbauan dari Walikota Serang untuk mengantar anaknya ke sekolah di hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2025.
“Jadi pagi-pagi saya sempatkan untuk mengantar anak ke sekolah, karena saya harus berangkat lebih pagi ke Jakarta, makanya saya hari ini dari awal ke sini untuk menghindari kemacetan,” ujar Amin, kepada Bantenraya.com, ditemui di lokasi.
“Jujur kalau ngantar anak setiap hari, karena kondisinya khawatir traffic ramai jalan ramai karena saya harus kerja juga berangkat masuk tol juga harus pagi makanya saya hari dari awal ke sini untuk menghindari kemacetan.
Baca Juga: 13.157 Warga Kabupaten Serang Buat Kartu Kuning di Semester Pertama 2025, Fresh Graduate Mendominasi
Ia mengaku berangkat dari kediamannya di Kota Serang Baru sebelum matahari terbit.
“Dari rumah sekitar jam 06.30. Nyampe sini sekitar 15 menit,” ucap dia.
Saking paginya, Amin Arsyad dan putrinya, setibanya di SD Negeri Serang 02 masih nampak sepi.
“Masih sepi. Belum ada siapa-siapa,” akunya.
Baca Juga: Dindikbud Banten Gelar FGD Kebudayaan, Pihak Swasta Harus Bekerjasama dengan Pemerintah
Amin menjelaskan, alasan datang lebih awal di hari pertama sekolah, bukan untuk mendapatkan tempat duduk di depan.
“Bukan soal tempat duduk di depan. Kalau tempat duduk dirotasi, jadi bukan karena duduk di depan,” ungkap dia.
Demi datang lebih awal, ia dan putrinya mengaku sampai tak sempat sarapan di rumah.
“Saya bungkus aja sarapannya karena saya di mobil bisa sambil makan. Anak juga sama dibungkus juga. Jadi nanti sambil menunggu kegiatan upacara dimulai nyempetin makan sarapan makan di kelas,” jelas Amin.
Baca Juga: Unsera jadi Tuan Rumah Kuliah Umum, Angkat Soal Pelayanan Publik
Senada dikatakan orang tua murid lainnya, Rahadian.
Ia mengaku harus berangkat lebih pagi dari kediamannya di Ciracas menuju SD Negeri Serang 02.
“Berangkat jam sekitar 06.20 WIB dari Perumahan Citraland Ciracas, Kecamatan Serang, naik sepeda motor,” ujar Rahadian, kepada Bantenraya.com.
Ia menjelaskan, datang pagi buta mengantarkan anaknya ke sekolah agar lebih siap dalam menghadapi hari pertama masuk sekolah.
Baca Juga: Heboh! Suara Desahan Wanita Terdengar dari Speaker di Kawasan GBK, Manajemen Minta Maaf
“Supaya peserta didik ini lebih siap menerima materi, lebih siap menyesuaikan lingkungan kelas yang baru, dan menghindari kemacetan di jalan karena hari pertama masuk sekolah serentak dengan kegiatan MPLS SMP dan SMA, jadi lebih langkah ke antisipasi juga,” jelas dia.
Rahadian juga mengaku belum sempat makan sarapan karena khawatir telat dan terjebak kemacetan.
“Kalau sarapan belum sempat ya karena anak saya ada tiga yang sekolah jadi saya persiapkan dulu semuanya. Biasanya saya kalau habis nganter baru sarapan. Belum sarapan nanti diantar sama ibunya. Anak saya ada tiga. Kenzo kelas 3D. Rahadian. Sebelumnya sering ngantar cuman ini karena hari pertama jadi harus lebih pagi dari biasanya. Bangun subuh,” tandasnya. ***

















