BANTENRAYA.COM – Warga Kota Cilegon mengeluhkan jalan protokol Kota Cilegon banyaknya bekas tanah proyek yang membuat rawan para pengendara.
Terpantau di lapangan, sudah lebih dari 3 hari tanah di sepanjang jalan protokol terlihat berwarna coklat karena akibat jatuhan tanah dari mobil proyek.
Salah satu pengendara motor Ridwan mengaku, tanah seperti itu rawan licin terutama saat musim hujan tiba.
“Kalau lagi panas pasti nambah debu, tapi kalau lagi hujan gini kan bisa licin jalannya. Rawan ada yang jatuh kecelakaan,” kata Ridwan kepada Banten Raya, Rabu 21 Mei 2025.
Ia meminta kepada pihak yang bersangkutan untuk tidak membawa mobil proyeknya masuk dalam jalan protokol Kota Cilegon.
Baca Juga: Mengungsi ke Tetangga Jika Hujan, Keluarga di Kabupaten Lebak Bertahan di Rumah Reot
“Saya kurang tau ini mobil proyek apa, tapi kalau misalkan masih bisa lewat JLS atau jalan yang lain mending jangan lewat kota seperti ini, tanahnya jadi jatuh kemana-mana,” ujarnya.
Sementara itu, Walikota Cilegon Robinsar mengungkapkan, banyaknya bekas tanah di jalan protokol merupakan dari proyek pembangunan perpustakaan yang baru.
Sebelumnya, Robinsar telah melakukan pemanggilan kepada kontraktor proyek untuk dapat lebih berhati-hati dalam membawa berkendara terutama usai banyaknya tanah yang jatuh di jalanan.
“Ini proyek pembangunan gedung perpustakaan yang baru dan saya sudah panggil kontraktornya, saya panggil Damkar juga untuk menyiram di jalan. Kalau masih ada bekas tanahnya, nanti kita akan panggil lagi keduanya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, Pemkot Cilegon perlu melakukan pembangunan gedung perpustakaan yang baru itu dengan cepat karena dananya merupakan dari dana aloksi khusus (DAK) Perpustakaan Nasional Rp 10 miliar.
Baca Juga: Lima Museum di Jakarta Ini Buka Sampai Malam Tiap Akhir Pekan
“Pemkot Cilegon berkewajiban untuk menyiapkan lahan pembangunan gedung perpustakana yang baru, itu yang sedang kami kerjakan. Kalau ga gerak cepat, Rp 10 miliar itu hilang nantinya,” jelasnya.
Dirinya menegaskan, proyek yang tengah dibangunnya saat ini bukan atas dasar penyalahgunaan APBD.
Pembangunan gedung perpustakaan yang baru berlokasi di belakang gedung Cilegon Center Mall (CCM).
“Proyek ini bukan buang-buang anggaran ya, tapi pengoptimalan dana pusat,” tegasnya. (***)

















