BANTENRAYA.COM – Anggota Taruna Siaga Bencana atau Tagana Kota Cilegon hanya mendapatkan honor Rp250 ribu saja per bulan.
Padahal risiko anggota Tagana dalam bertugas cukup besar hingga mempertaruhkan nyawa.
Sebut saja saat banjir datang, longsor dan bencana lainnya, Tagana melakukan evakuasi warga.
Baca Juga: Gubernur Banten Buat Program Siniar, Namanya WH Podcast
Bahkan, Tagana bisa bekerja siang malam untuk menyiapkan dapur umum.
Tagana juga menjadi bagian relawan yang bekerja keras sepanjang pandmei Covid-19 terjadi, baik itu dalam hal distribusi bantuan, penyemprotan dan lainnya.
Hal tersebut tentu juga menjadi pekerjaan yang cukup berat.
Baca Juga: Hasil Pertandingan Liga 2, Perserang Tahan Imbang Klub Raffi Ahmad Rans FC 0-0
Diketahui, berdasarkan data Dinas Sosial atau Dinsos Kota Cilegon, jumlah anggota Tagana ada sebanyak 290 orang.
Mereka menerima insentif atau dari APBN senilaiRp250 ribu untuk 204 orang dan dari APBD senilai Rp100 ribu untuk 86 orang
Walikota Cilegon Helldy Agustian menjelaskan, dirinya mengapresiasi dengan kerja yang sudah dilakukan Tagana.
Baca Juga: Tayang Rabu 13 Oktober 2021 di Bioskop XXI, Ini Tempat dan Harga Tiket Blackpink The Movie
Salah satu yang menjadi sorotannya adalah soal minimnya honor anggota Tagana.
Bahkan, untuk honor dari APBD hanya Rp100 ribu saja, lebih kecil dibandingkan honor dari APBN sebesar Rp250 ribu.
“Jumlah Tagana di Kota Cilegon ini sebanyak 290 orang, yang tersebar di 8 Kecamatan di Kota Cilegon,” katanya saat menghadiri acara pelatihan Tagana di Panti Rehabilitasi Dinsos Kota Cilegon, Selasa 12 Oktober 2021.
Baca Juga: Aurel Hermansyah Curhat ke Nagita Soal Sikap Atta Halilintar yang Sebenarnya
“Insentif dari APBN dan APBD itu kan berbeda, lebih besar dari APBN,” katanya.
“Jadi saya minta kepada Dinas Sosial agar insentif untuk Tim Tagana yang pembayarannya dari APBD bisa menyesuaikan dengan pembiayaan dari APBN,” lanjut Helldy.
Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Cilegon Achmad Jubaedi menyampaikan, saat ini untuk honor Tagana dari APBN hanya Rp250 ribu per bulan dan dari APBD hanya Rp100 ribu saja.
“Untuk yang 204 orang itu hanya Rp250 ribu dan 86 orang itu Rp100 ribu saja,” pungkasnya. ***

















