BANTENRAYA.COM – Warga Kota Cilegon diminta benar-benar waspada saat ramadan.
Hal itu karena pada ramadan lalu sebanyak 8 kali kebakaran terjadi.
Kebakaran dari 8 kebakaran tersebut penyebabnya adalah gas 3 kilogram (Kg) atau saat warga memasak baik buka puasa dan sahur.
Kepala Bidang Pengelolaan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Cilegon Eli Amaliyah menjelaskan, selama ramadan banyak sekali perubahan pada pola hidup terutama bagi umat islam, misalnya bangun lebih pagi dari biasanya atau pukul 03.00 WIB hingga subuh dengan tidak tidur lagi.
Selanjutnya, intensitas ibadah meningkat, dan yang utamanya kita menjalankan ibadah puasa. Untuk itu beberapa pencegahan harus dilakukan yakni pastikan alat memasak padam saat hendak tarawih atau tidur usai sahur.
Baca Juga: Di Era Walikota Serang Budi Rustandi Tegaskan Tidak Titipan
“Pastikan kompor padam keadaan mati saat kita hendak tarawih atau tidur usai sahur. Lalu, rutin mengecek regulator gas beserta selangnya, selanjutnya siapkan alat pemadam api otomatis atau Apar sebagai proyeksi tambahan keamanan rumah kita dari bahaya kebakaran,” ucapnya, Senin 3 Maret 2025.
Eli menegaskan, selama ramadan lalu, ada sebanyak 8 kali kejadian kebakaran yang melanda. Paling banyak penyebabnya adalah karena kelalain kompor gas 3 Kg.
“Tidak ada korban jiwa ada 8 kali kejadian kebakaran. Penyebabnya paling banyak gas 3 kg,” pungkasnya. (***)

















