BANTENRAYA.COM – Para guru madrasah di semua tingkatan berharap honor yang belum dicairkan sejak Oktober, November dan Desember 2024 dicairkan.
Hal itu karena pemerintah sendiri sejak Oktober lalu sudah menjanjikan jika honor tersebut tengah dilakukan proses penginputan dan akan dicairkan.
Namun, sampai sekarang honor tersebut kenyataanya tidak dicairkan sampai sudah lewat tahun atau masuk ke 2025.
Majelis Hikmah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Cilegon Amin menjelaskan, meminta honor 3 bulan tersebut dibayarkan kepada para guru madrasah di Kota Cilegon.
“Kan pemerintah wujud dari masyarakat, jika tidak ada masyarakat maka tidak ada pemerintah, ini untuk bersama-sama, jika tidak ada (uang-red) dan ada itu kami tidak tahu, katanya sudah disiapkan dan sudah saatnya lewat (2025-red) itu mudharat orang jadi untuk kepentingan bersama pemerintah dan masyarakat, ini kasihan para guru,” katanya, Kamis 2 Januari 2025.
Baca Juga: BPS Banten Catat Inflasi Lebih Rendah, Perekonomian Banten Lesu di Tahun 2024
Amin menyatakan, adanya pencairan sebenarnya sudah dijanjikan pemerintah sejak Oktober lalu. Namun, sekarang menjadi tidak jelas.
“Sekarang sudah menyeberang. Tapi saat bulan oktober pada triwulan ke keempat, tunggu dan sedang diproses, itu dari bulan Oktober sampai Desember sudah kami tanyakan langsung. Jika ganti tahun dan sudah ditanyakan yang punya kewenangan bahasanya sedang diproses, ditunggu saja dan sampai sekarang tidak muncul-muncul,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Forum Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (FGMDT) Jajuli mengungkapkan, baru sekarang honor para guru sampai tidak dicarikan.
“Ini menunjukan pengelolaan yang gagal dilakukan pemerintah,” ungkapnya.
Jajuli menyatakan, ada sebanyak 5.198 guru dimana per bulan harusnya mendapatkan Rp675.000. Tentu itu harus diberikan karena para guru tidak bisa mengandalkan gaji dari madrasah. Sebab, kebanyakan madrasah itu siswanya tidak bayar.
Baca Juga: Puncak Arus Balik Penerbangan Liburan Nataru Diprediksi pada 4 Januari 2025
“Tidak bisa mengandalkan yang lain. Lihat saja mana madrasah yang sekolahnya bayar, rata-rata itu gratis. Jadi kami mengandalkan honda itu,” pungkasnya. ***

















