BANTENRAYA.COM – Ustaz Abdul Somad atau UAS mengisi acara tabligh akbar yang digelar Pondok Pesantren atau Ponpes Ibnu Syam Cilegon di Lingkungan Kubang Lampit, Kelurahan Tegal Bunder, Kota Cilegon, Jumat, 27 Desember 2024 malam.
Acara tabligh akbar Ustaz Abdul Somad yang dihadiri Walikota Cilegon Helldy Agustian dan walikota terpilih Robinsar tersebut dipenuhi ribuan jamaah dari Cilegon dan luar kota.
Ustaz Abdul Somad dalam ceramahnya mengajak jamaah, khususnya warga Kota Cilegon agar benar-benar hijrah.
“Keong racun, pulang pulang berbadan dua, mau jadi apa umat ini? Alhamdulilah semenjak dengan tausiyah Abdul Somad semua VCD, flashdisk, lagu-lagu dangdut sudah saya sodakohkan (buang-red),” ujarnya.
“Mengalir dosa jariyahnya. Mudah-mudahan kita betul-betul hijrah dari mendengar yang tidak baik, mendengarkan Alquran,” ajak UAS kepada jamaah dikutip dari Youtube Ibnusyam TV.
Kata UAS, apa yang sering kita dengar, apa yang sering kita pikirkan, dan apa yang masuk ke dalam hati kita, itulah yang akan datang saat sakaratul maut nanti.
Baca Juga: WAJIB DIPERHATIKAN! 5 Tips Liburan Akhir Tahun Ke Laut dengan Aman
“Wa sāri’ū ilā magfiratim mir rabbikum wa jannatin ‘arḍuhas-samāwātu wal-arḍu u’iddat lil-muttaqīn,” UAS membacakan Surat Ali Imron ayat 133.
Ayat ini memiliki arti “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”
UAS menjelaskan, teling digunakan untuk mendengar, dan pikiran kita digunakan untuk merenenungkan, sehingga ketika kita mendengar yang baik-baik, hati akan tenang.
Baca Juga: Ingin Liburan Ke Puncak? Simak Jadwal Ganjil Genap dan One Way Jelang Malam Tahun Baru 2025
Tapi, kata UAS, jika yang didengarkan hal-hal yang tidak baik, maksiat atau yang membuat dosa, nanti saat sakaratul maut akan mendengarkan hal-hal yang tidak baik juga.
“Saat tua, terbaring di rumah sakit akan sakaratul maut, orang yang mendengarkan quran, orang yang hafal quran, membaca quran, maka saat dia terbujur yang terngiang di telinganya adalah ayat-ayat Alquran, hatinya jadi tenang,” ujarnya.
“Tapi orang yang mendengarkan macam-macam, maka saat terbaring, apa yang dia dengar datang dari sebelah kanan aaaaa (suara yang tidak baik),” ungkapnya.
“Mati dalam keadaan suul khotimah (Meninggal dalam keadaan buruk_red). Allahummakhtim lanaa bihusnil khotimah (Ya Allah akhirilah hidup kami dengan kebahagiaan dan dengan husnul khotimah_red),” sambungnya.
Kata UAS, bagaimana anak kita mau mendengarkan Al-quran, jika orangtuanya juga tidak pernah mendengarkan yang baik-baik.
“Ibu-bapak orang Cilegon dekat dengan Pondok Pesantren Ibnu Syam, ubah di kamarmu, di rumahmu, di mobilmu, di kendaraanmu, di earphonemu, di handphonemu, maka ubahlah dengan suara-suara Alquran,” ajaknya.
Baca Juga: Niat Healing ke Karang Bolong, Wisatawan Asal Kramatwatu Hilang Terseret Ombak
“Anak-anak kita yang bagus, yang kurang bagus, diperbaiki, diaplod. Tadi saya rekam ananada ilmi (yang mengaji_red), dan nanti aplod di akun saya. Saya akan mendapatkan barokah,” ungkapnya.
UAS mengaku dirinya bukan seorang qori atau alim ulama. Bukan juga seorang tafsir quran, atau ahli quran.
“Tapi saya ingin mendapatkan barokahnya ahli quran, maka saya datang ke Pondok Pesantren Tahfidz Ibnu Syam menjumpai Kiai Doktor Ahmad Slamet,” tuturnya.
Baca Juga: 4 Pelajar Terseret Ombak di Karang Bolong Kabupaten Serang, 1 Dinyatakan Hilang
“Mudah-mudahan berjumpa dengan beliau nanti (di akhirat), beliau diperintahkan Allah subhana huwa taala, wahai ahlilullah, wahai ahli Alquran berikan syafaat, maka beliau berikan syafaat kepada ayah-ibunya, anak-istrinya, santri-santrinya,” ujarnya.
“Setelah semua dapat, insyaallah beliau tetap ingat saya, mudah-mudahan, tapi tidak tau juga ya, insyaallah, kita berdoa.”
UAS juga mengajak jamaah berharap kepada Allah subhana huwa taala agar mendapatkan syafaat dari para ahli quran.
“Mudah-mudahan kita mendapat syafaatnya,” ujarnya. ***

















