BANTENRAYA.COM – Satu tenaga honorer di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten dinyatakan positif menggunakan narkoba.
Hal itu diketahui setelah adanya tes urine mendadak yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon terhadap seluruh pegawai di Kecamatan Cibeber pada Senin 20 September 2021.
Humas BNN Kota Cilegon Iqbal Fahmi membenarkan adanya satu pegawai di Kantor Kecamatan Cibeber yang dinyatakan positif menggunakan narkoba.
Pihaknya telah melaporkan hasil tea urine kepada Kantor Kecamatan Cibeber.
“Kategori penggunaan zat psikotropika dan perlu menjalani asesmen di BNN,” kata Iqbal kepada awak media, Rabu 22 September 2021.
Disinggung narkoba jenis apa, Iqbal masih enggan membuka. Ia hanya menegaskan kegiatan tes urine, merupakan deteksi dini atau non projusticia.
Baca Juga: Gubernur Banten Belum Izinkan Anak di Bawah 12 Tahun Masuk Mal
“Deteksi dini atau non pro justicia,” katanya singkat.
Ditemui di Kantor Kecamatan Cibeber, Camat Cibeber Noviyogi Hermawan mengatakan, dari hasil tes urine pada awal pekan ini, memang ada tiga orang yang terindikasi positif mengonsumsi obat-obatan yang mengandung psikotropika.
Namun dua orang yang terindikasi, lantaran sedang mengonsumsi obat dan bisa menunjukkan resep dokter.
Baca Juga: Baginda Raja Jamaluddin Firdaus Bangun Rumah Warga Dari Iuran Santri
“Yang satu memang, positif narkoba. Telah kami panggil yang bersabgkutan dan mengakui. Kami juga telah mendapatkan laporan dari BNN Kota Cilegon,” ungkapnya.
“Ini karena non pro justicia, jadi dikembalikan lagi kepada kita,” imbuh Noviyogi.
Noviyogi enggan menyebutkan nama tenaga honorer yang positif menggunakan narkoba.
Baca Juga: Perjuangan Kepala Dinkes Banten dalam Penanganan Covid-19, Seminggu Cuma Tidur Sekali
“Setelah kami panggil dan kami tanya, tenaga honorer tersebut mengakui perbuatannya memakai narkoba dengan alasan sedang memunyai masalah keluarga,” ucapnya.
Noviyogi mengaku akan membina tenaga honorer tersebut. Ia berharap, setelah dilakukan pembinaan dan rehabilitasi, yang bersangkutan bisa jera.
“Selama ini yang bersangkutan yang positif narkoba, tidak memunyai masalah dengan disiplin kepegawaian, hanya satu kali ini saja. Makanya kita akan lakukan pembinaan dulu,” tuturnya. ***

















