BANTENRAYA.COM – Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim menyebut adanya PT Krakatau Steel merupakan jasa presiden pertama Ir Soekarno.
Hal tersebut disampaikan Silmy dalam sambutan peresmian Pabrik Hot Strip Mill 2 PT KS, Selasa 21 September 2021.
Dikutip dari YouTube kanal Sekretariat Presiden, lontaran sanjungan tersebut disampaikan Silmy saat menyapa Ketua DPR RI Puan Maharani yang hadir dalam peresmian.
Menurut, Silmy adanya pabrik baja PT KS merupakan gagasan besar Ir Soekarno.
Dimana sebelumnya Silmy juga berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo.
“Terima kasih juga kepada Ibu Puan Maharani yang sudah berkenan hadir dalam kegiatan ini. Hal ini tentu menambah kebahagiaan kami keluarga besar Krakatau Steel,” kata Silmy.
Baca Juga: Hanya Bicara 7 Menit, Pidato BTS di Majelis Umum PBB Ditonton Live Youtube 1 Juta Orang
Silmy mengatakan, cikal bakal Krakatau Steel tidak bisa lepas dari peran besar Presiden RI pertama Bapak Ir Soekarno dalam menggagas dan mewujudkan industri baja di Indonesia yang mulai dibangun pada 1962 dengan aman proyek baja Trikora.
Silmy menyampaikan, pabrik HSM PT Krakatau Steel itu menghabiskan investasi senilai Rp7,5 triliun di lahan seluas 25 hektar. Nantinya kapasitas produksi yang dihasilkan sebanyak 1,5 juta ton per tahun.
Baca Juga: Lowongan Kerja PT KAI Ditutup 24 September 2021, Lulusan SMA dan D3 Bisa Daftar
“Kami menyelesaikan masa pembangunan mesti bertarung dengan Covid-19 dan menyulitkan penyelesaian, Namun Alhamdulillah sekarang sudah selesai di masa pandemi. Nantinya HSM ini akan meningkatkan produksi baja Hot dengan investasi Rp7,5 triliun diatas lahan 25 hektar 1,5 juta ton pertahun, sehingga total produksi HRC (Hot Rolled Coil) milik Krakatau Steel menjadi 3,9 juta ton per tahun,” imbuhnya.
Silmy menyampaikan, HSM 2 tersebut juga menjadi pabrik baja pertama di Indonesia yang mampu menghasilkan ketebalan HRC 1,4 milimeter, serta memangkas biaya 25 persen.
Baca Juga: Ulang Tahun Pernikahan, Erick Thohir Hadiahi Istri Kambing Si Ambyar
“Ini meningkatkan kapasitas produksi nasional, teknologi otomasi terkini 4.0 membuat lebih efisien,” katanya. ***

















