BANTENRAYA.COM – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Perpusatakaan Republik Indonesia (Perpusanas RI).
MoU tersebut terkait dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi. Program tersebut resmi diluncurkan di Jakarta dalam puncak rangkaian acara HUT Perpusnas ke-45.
Program ini merupakan kolaborasi Perpusnas RI dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) dan Perpusnas RI, yang melibatkan 22 perguruan tinggi termasuk Untirta yang secara khusus menjadi “pilot project” atau percontohan dalam program ini.
Baca Juga: Apakah Tetap Menjalankan Shalat Jumat Bagi Mereka yang Telah Sholat Ied di Momen Idul Adha?
Kepala Perpusnas RI E. Aminudin Aziz dalam sambutannya mengatakan, Perpusnas tetap mempertahankan program unggulannya.
Program tersebut diantaranya seperti bantuan pojok baca digital, titik baca, motor perpustakaan keliling dan dana alokasi khsus fisik dan nonfisik kepada lebih dari 236 perputakaan umum di tiap provinsi, kabupaten dan kota.
“Hadirin yang saya hormati, program inovasi lain yang kami lakukan di tahun 2025 ini adalah Kuliah Kerja Nyata atau KKN Tematik Literasi dan Program Relawan Literasi Masyarakat, yang kami sebut dengan Relima,” katanya, kemarin.
Baca Juga: Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Pemkot Ogah Pakai APBD, Benarkah Bakali Pinjam dari bjb?
Ia menjelaskan, KKN Tematik Literasi adalah wujud kemitraan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang akan menggarap peningkatan budaya baca dan kecakapan literasi di 1000 desa atau kelurahan.
KKN Literasi ini, lanjutnya, dari 22 perguruan tinggi tersebut akan menurunkan sekitar 15 ribu mahasiswa, ratusan dosen dan pustakawan di wilayah masing-masing.
Program Relima akan melibatkan relawan yang akan bergerak di 189 kabupaten dan kota.
“Kami sangat yakin bahwa program baru ini akan memiliki dampak luas dan kuat di masyarakat. Secara khusus saya mengahturkan terima kasih yang setinggi-tingginya dan setulus-tulusnyanya kepada Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, beserta seluruh jajarannya, khsusunya kepada Ditjen Dikti kepada para rektor, para dosen para mahasiswa dan para pustakawan serta pegiat literasi yang telah menyatakan siap untuk bersama-sama mengusung dan menyukseskan program ini,” tutur Amin. ***
















