BANTENRAYA.COM – Seorang pasukan pertahanan Israel (IDF) diduga memberikan informasi palsu kepada jurnalis.
Tentara itu menyebarkan informasi tentang Hamas disebut telah menggantung jasad bayi dan anak-anak Israel di tali jemuran.
Namun sang jurnalis asal Israel bernama Ishay Coen pun menyadari bahwa informasi yang diberikan itu palsu hingga memberikan kecaman.
Baca Juga: Suami Kades Pagelaran yang Terlibat Pemerasan Pengusaha Tambak Terancam Dipecat Sebagai ASN
Ishay Coen mengunggah video wawancaranya dengan seorang tentara yang mengatakan bayi dan anak-anak digantung di tali jemuran berderet-deret.
Video tersebut sudah ditonton ribuan kali di platform X sebelum jurnalis lain mempertanyakan klaim tersebut.
Mereka menunjukan bahwa hanya ada satu anak yang tewas di daerah peristiwa itu terjadi sehingga klaim tersebut dinyatakan tidak akurat.
Banyak yang mempertanyakan mengapa tidak ada bukti gambar atau visual dari klaim Hamas membunuh anak-anak tersebut.
Di tengah kritikan itu, Coen yang digambarkan sebagai orang yang memiliki pandangan sayap kanan oleh New York Times menghapus video wawancara tersebut.
Meski begitu, akun-akun pro-Israel di platform X masih terus membagikan video tersebut hingga Coen harus menghadapi banyak kritik.
Baca Juga: UMK Pandeglang Diusulkan Rp 3.052.000, Turun Menjadi Rp 3.010.929, Begini Bunyi Surat Penetapannya
Ia mengaku menghapus unggahan aslinya setelah menerima keluhan dan melakukan penyelidikan sendiri serta menyimpulkan bahwa klaim tersebut diduga tidak benar.
Coen juga menyatakan tentara Israel yang diwawancarainya tetap bersikeras klaim tersebut benar bahkan memiliki seorang saksi lain yang bisa mengonfirmasi pernyataannya.
Menanggapi hal itu, seorang jurnalis Haaretz Amir Tibon ikut memberikan reaksinya.
“Ada ruang untuk memeriksa berapa banyak bayi yang dibunuh di Kibbutz ini sebelum siaran. Ini informasi publik, bukan militer,” katanya.
“Terlepas dari itu, ini adalah aib juru bicara IDF yang merugikan kredibilitas kita di tingkat internasional,” lanjutnya.
“Saya mengakui saya berpikir tidak perlu untuk memeriksa kebenaran sebuah cerita yang disampaikan oleh seorang letnan kolonel,” jawab Coen.
Baca Juga: Link Beli Tiket Konser Seventeen Tour Follow to Japan Live di Bioskop Cinepolis
“Mengapa seorang perwira militer mengarang cerita yang begitu mengerikan? Saya salah,” ungkapnya.
Dalam tangkapan layar percakapan WhatsApp yang beredar, Coen terlihat sudah mengutarakan kekhawatiran tentang klaim tersebut ke juru bicara tentara Israel.
“Perwira tersebut bertugas sebagai perwira tentara cadangan. Dia tiba di sejumlah lokasi setelah serangan dan terpapar banyak kejadian sulit sebagai bagian dari tugasnya,” ujarnya.
“Rincian insiden akan dibahas dengan tentara tersebut dan akan dijelaskan kepadanya bahwa peristiwa yang detailnya kabur dan tidak resmi sebaiknya tidak disampaikan,” tambahnya.***
















