BANTENRAYA.COM – Penjualan bibit durian dan alpukat pasca Lebaran menurun drastis. Hal tersebut diungkap oleh Robi Sugara selaku pemilik Robi Bibit yang berlokasi di Lingkungan Sepang Sempu, Kota Serang.
Robi mengatakan, turunnya minat pembeli sangat dirasakan karena sebelum lebaran minat pembeli cukup tinggi. Dirinya belum mengetahui apa penyebab turunnya penjualan, namun sepintas penjualan menurun akibat cuaca yang tidak menentu.
“Turunnya parah, ini mah bukan sepi, tapi enggak ada yang beli. Jauh kalau dibandingin sama puasa kemaren mah. Saya juga enggak tau karena apa, tapi denger-denger mah karena cuacanya panas, jarang hujan,” kata Robi kepada Banten Raya, Rabu (18/5).
Baca Juga: Sprint dan Primaverra Jadi Primadona di Cilegon
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Tersingkat Tentang: Kekuatan Seorang Pemuda Muslim
Ia melanjutkan, jika dibandingkan dengan penjualan di sepanjang bulan Ramadan, sangat jauh terbalik. Pasalnya, Ramadan lalu minimal pengiriman yang dilakukan yaitu dua hari sekali pengiriman dalam jumlah banyak.
“Awalnya saya itu nyangka penjualan saat Ramadan akan merosot, tapi kuasa Tuhan pengiriman dua hari sekali, rutin. Eh malah kebalik, yang kita prediksi baik (penjualannya) malah turun tajem, ya kita syukuri aja lah,” tuturnya.
Meski demikian, dirinya menyampaikan bahwa konsumen yang datang untuk survei bibit cukup banyak. Namun, tidak ada satu konsumen pun yang setelah survei ke lokasi, pulangnya bawa bibit. Sebagian besar konsumen hanya pesan untuk persiapan kedepan.
Baca Juga: Pemkot Serang Siapkan Bantuan Hukum Untuk Kadisparora Kota Serang Yoyo Wicahyono
Baca Juga: Siapa Lin Che Wei? Tersangka Baru Kasus Mafia Minyak Goreng yang Dekat dengan Lingkungan Menteri
“Konsumen yang dateng mah banyak banget, pada liat bibit-bibit unggulan sambil nanya-nanya harga. Menurut mereka harganya terbilang murah, dan mereka memang pesen sih tapi untuk beberapa bulan ke depan karena masih persiapan lahan,” kata Robi.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk saat ini penjualan sepi dan tidak ada satu bibitpun yang keluar untuk dikirim. Padahal harga yang ditawarkannya sangat terjangkau jika dibandingkan dengan kompetitor lainnya.
“Harga mah murah banget, batang bibit kita juga udah besar, udah siaplah buat tanam di tegal (kebun) atau pelataran rumah mah. Kalau harga reelnya berfariasi karena setiap jenis beda harga. Ya mulai dari Rp150.000 lah paling.” tutupnya.***



















