BANTENRAYA.COM – Bisnis bakso cuanki tidak bisa dianggap remeh, meski dijual dengan cara yang masih konvensional namun omzet yang dikantongi bisa mencapai Rp18 juta per hari.
Di Kota Serang, salah seorang pengusaha Bakso Cuanki Asran Amani memulai bisnis tersebut sejak tahun 2007. Dan kini sudah ada sekitar 70 pedagang yang menjual bakso cuanki keliling di Kota Serang dan Cilegon.
“Awalnya tahun 2005 di Balaraja, sampai sekarang pindah ke Serang, bakso cuanki menjadi pondasi atau perputaran ekonomi utama,” kata Arsan kepada Bantenraya.com, di Kronjen Barat, Kasemen, Kota Serang, Rabu 14 Januari 2026.
BACA JUGA: Ratusan Guru di Pandeglang Antusias Ikuti Pelatihan Menulis yang Digagas PGRI dan Harian Banten Raya
Dengan semangat pemberdayaan masyarakat di Kota Serang, pada tahun 2011 Arsan mengagas koperasi bernama Bakti Mulya Sejahtera, awalnya ada lebih dari 100 pedagang yang tergabung dalam koperasi tersebut.
“Karena ada beberapa yang mandiri dan memutuskan usaha sendiri jadi kita juga mendorong dan tinggal sekitar 70 pedagang,” imbuhnya.
Dari segi omzet Arsan menjelaskan secara rinci, koperasi sebagai sentra produksi bakso cuanki memberikan besaran bagi hasil sebesar 30 persen kepada pedagang, sisanya diputar kembali menjadi modal usaha.
“Anggap saja ada 60 pedagang yang dapat Rp500 ribu, dan mereka dapat bersih Rp200 ribu sisanya Rp300 ribu dikalikan pedagang bisa Rp18 juta sehari,” katanya.
BACA JUGA: Kemarin Sore Langit Kota Serang Cerah, Budi Rustandi Klaim Hasil Modifikasi Cuaca
Meski demikian, daya beli masyarakat yang rendah dibandingkan biaya harga pokok produksi yang semakin tinggi menjadi kendala dari masa ke masa.
Arsan juga sangat terbuka kepada masyarakat di Kota Serang dan sekitarnya yang ingin bergabung untuk menjadi mitra pedagang bakso cuanki.
“Kami sangat terbuka untuk masyarakat di Kota Serang, namun pada kenyataannya mereka hanya mampu bertahan satu atau dua minggu saja. Padahal tempat tinggal dan makan kami sediakan,” papar Asran.
Berkat perputaran ekonomi yanh kuat dari penjualan Bakso Cuanki ia bersama dengan Ketua Yayasan Ummatan Wasaton mendirikan sebuah lembaga pendidikan.
“Alhamdulillah luas area disini mencapai 1,4 hektare. Karena para pedagang juga butuh menyekolahkan anak-anaknya jadi kita buat kegiatan belajar PKB paket A,B dan C,” tuturnya.
Dengan demikian, lokasi ini dikembangkan untuk rumah produksi bakso cuanki dan sarana pendidikan yang dapat diakses oleh masyarakat sekitar.
Semua proses produksi mulai dari pembuatan bakso, tahu putih, bumbu bakso dan siomay goreng dilakukan di satu tempat.
Selain untuk digunakan sebagai bahan dagangan, pihaknya juga memasarkan produk-produk tersebut ke Pasar Induk Rau.
“Untuk bakso cuanki sendiri kita drop ke setiap titik di Kota Serang, ada penanggung jawab yang bertugas ambil produk dari sini,” tuturnya.
“Kami juga tengah mengembangkan gurandil dan aneka menu bakso cuanki lain ke segmen kelas menengah,” kata Arsan.***



















